A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Anggaran Kantor Gubernur Lama Jadi Perdebatan DPRD - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Pos Kupang

Anggaran Kantor Gubernur Lama Jadi Perdebatan DPRD

Selasa, 7 Agustus 2012 21:28 WITA
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Laporan tim  perumus Badan Anggaran (Banggar) DPRD Propinsi NTT yang disampaikan dalam paripurna DPRD berbeda dengan hasil rapat tim perumus banggar.

Paripurna Sempat Diskorsingrapa anggota DPRD NTT berang dan meminta rapat paripurna diskorsing untuk dilakukan perbaikan.

Pantauan Pos Kupang, rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian laporan banggar DPRD NTT dan Laporan hasil pembahasan Badan Legislasi Daerah NTT terhadap tiga ranperda, Selasa (7/8/2012) dipimpin Wakil Ketua DPRD, Nelson Matara. Dari eksekutif hadir Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Setelah Nelson membuka sidang paripurna, Anggota DPRD NTT, Jhon Umbu Deta langsung menginterupsi pimpinan sidang dan menyampaikan soal perbedaan isi laporan tim perumus itu.

Kemudian disusul anggota DPRD lainnya, termasuk Jimmy Sianto. Mereka mempersoalkan isi laporan yang berbeda dengan hasil rapat tim perumus dan meminta untuk diskorsing. Ada juga anggota DPRD yang meminta untuk tetap dilanjutkan namun pimpinan rapat memutuskan untuk diskorsing selama 10 menit.

Adapun perbedaan isi laporan yang menjadi bahan perdebatan adalah soal pembangunan gedung pertama Kantor Gubernur NTT.  Bahwa hasil rapatnya, banggar menemukan adanya dua masalah yakni adanya sisa dana PPID tahun 2011 sebesar Rp 15,2 miliar yang tidak terserap sehingga harus dikembalikan  ke kas negara. Ini sesuai surat Menteri Keuangan dan surat pernyataan Gubernur NTT.  

Gubernur NTT juga sudah menyurati Menteri Keuangan agar sisa dana itu dipergunakan untuk melanjutkan pembangunan kantor itu ditahun 2012 namun belum ada jawaban.

Masalah keduanya, dalam pelaksanaan tender pada tahun 2012, terjadi pergeseran sifat proyek dari tahun jamak sesuai MoU yang ditandangani Gubernur NTT dengan Pimpinan DPRD NTT menjadi pembangunan bertahap secara sepihak oleh Pemerintah Propinsi NTT. (roy)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
76725 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas