Pemprov NTT Perlu Juru Bicara
Pemprov NTT perlu juru bicara, untuk menyaring informasi masuk dan keluar kepada media massa dan masyarakat umum.
Dengan adanya juru bicara, gubernur tidak harus menanggapi setiap polemik yang berkembang di masyarakat. Gubernur cukup mempercayakan kepada juru bicara yang dinilai mempunyai kompetensi untuk menyampaikan kebijakan, menanggapai komentar masyarakat, terkait pembangunan dan memberikan klarifikasi terhadap setiap persoalan terkait pemprov.
Staf Ahli Kantor Gubernur NTT, Yes Boekan, mengemukakan itu di Kupang, Sabtu (4/8/2012) ini.
Ia mengatakan, isu-isu yang berkembang seputar kepemimpinan pemrov saat ini semakin gencar. "Kami risih mendengar, tetapi tidak punya kewenangan memberi komnetar atau menanggapi isu isu itu. Sudah saatnya Pemprov NTT memiliki juru bicara seperti pemprov di daerah lain," kata Boekan.
Sejumlah program kerja pemprov, menurut Boekan, sangat strategis tetapi keliru disampaikan kepada masyarakat. Misalnya, program anggur merah (anggaran untuk rakyat menuju sejahtera). Program ini berupa pengalokasian dana Rp 250 juta ke setiap desa untuk pemberdayaan ekonomi desa. Jika dana ini dikelola tepat sasaran, maka kelompolk tani penerima dana itu akan sukses.
"Dana Rp 250 juta tidak sedikit bagi ukuran satu desa di NTT. Sebenarnya dengan dana itu kesejahteraan desa itu cukup terangkat secara signifikan,," kata. Boekan.