Matahari Dilingkari Pelangi di Langit Atambua
Pos Kupang - Sabtu, 4 Agustus 2012 | 15:52 WITA

POS KUPANG/FREDY HAYONG
PELANGI--Pelangi mengitari matahari. Terjadi di Atambua - Belu, Kamis (2/8/2012) siang.
Berita Terkait
- Kepala SMAK Surya: Penerapan Kurikulum 2013 Prematur
- Jalan di Atambua Lubang di Mana-mana
- Kadishub Belu: Saya Pertaruhkan Jabatan
- Mogok Operasi, Sopir Angkot Datangi DPRD Belu
- Uskup Atambua Tanam Padi di Sawah
- Kasat Lantas Belu: Terima Kasih Bapak Uskup
- Mengerikan.. Anak ini Tewas Terseret Mobil Tujuh Kilometer
- Pemekaran Belu Terganjal Masalah Lotas
- Wabub Belu: Saya Juga Kecewa
- DPR Tak Sahkan DOB Malaka, Gerbang Kecam Pemerintah
POS KUPANG.COM -- Masyarakat Atambua, Ibu kota Kabupaten Belu, Kamis (2/8/2012), sekitar pukul 10.30 Wita digegerkan dengan fenomena alam munculnya pelangi yang mengitari matahari. Pemandangan unik ini berlangsung hingga pukul 13.00 Wita dan menjadi tontonan menarik warga untuk mengabadikannya.
Disaksikan Pos Kupang, sejak pagi hari posisi matahari tetap seperti sedia kala. Namun, sekitar pukul 10.30 Wita, secara mengejutkan muncul pelangi yang mengitari matahari membentuk cincin. Kejadian serupa juga terjadi pada tiga malam sebelumnya dimana bulan dilingkari pelangi.
Di berbagai sudut kota masyarakat menggunakan handphone kamera, kamera digital bahkan ada yang menggunakan video mengabadikan kejadian langka ini. Posisi pelangi mengitari matahari ini bertahan hingga pukul 13.00 Wita di mana perlahan-lahan memudar. Warga pun mulai berspekulasi bahwa ini merupakan tanda-tanda alam yang tidak setuju dengan semua peristiwa di dunia.
Peristiwa pelangi melingkari bulan menurut tradisi di Kabupaten Belu, saat itu penyu mulai bertelur. Sementara untuk kejadian pelangi melingkari matahari diyakini akan terjadi bencana ataupun para petinggi di negara ini akan meninggal dunia.
Pos Kupang mencoba menanyakan kepada sahabat di daerah lain mengenai fenomena alam ini justru tidak ada. Matahari pada posisi asli seperti sediakala tidak ada lingkaran pelangi. Bahkan sahabat Pos Kupang yang ada di Jawa menyatakan kalau peristiwa ini sangat fenomenal dan eksotis.
"Memang mitos yang selama ini terjadi bahwa kalau ada kejadian seperti pelangi melingkari bulan itu memang penyu mulai naik ke darat untuk bertelur. Sedangkan untuk pelangi melingkari matahari memang biasanya ada kejadian apakah itu orang besar meninggal atau terjadi bencana yang luar biasa," kata warga Atambua. (yon)
Disaksikan Pos Kupang, sejak pagi hari posisi matahari tetap seperti sedia kala. Namun, sekitar pukul 10.30 Wita, secara mengejutkan muncul pelangi yang mengitari matahari membentuk cincin. Kejadian serupa juga terjadi pada tiga malam sebelumnya dimana bulan dilingkari pelangi.
Di berbagai sudut kota masyarakat menggunakan handphone kamera, kamera digital bahkan ada yang menggunakan video mengabadikan kejadian langka ini. Posisi pelangi mengitari matahari ini bertahan hingga pukul 13.00 Wita di mana perlahan-lahan memudar. Warga pun mulai berspekulasi bahwa ini merupakan tanda-tanda alam yang tidak setuju dengan semua peristiwa di dunia.
Peristiwa pelangi melingkari bulan menurut tradisi di Kabupaten Belu, saat itu penyu mulai bertelur. Sementara untuk kejadian pelangi melingkari matahari diyakini akan terjadi bencana ataupun para petinggi di negara ini akan meninggal dunia.
Pos Kupang mencoba menanyakan kepada sahabat di daerah lain mengenai fenomena alam ini justru tidak ada. Matahari pada posisi asli seperti sediakala tidak ada lingkaran pelangi. Bahkan sahabat Pos Kupang yang ada di Jawa menyatakan kalau peristiwa ini sangat fenomenal dan eksotis.
"Memang mitos yang selama ini terjadi bahwa kalau ada kejadian seperti pelangi melingkari bulan itu memang penyu mulai naik ke darat untuk bertelur. Sedangkan untuk pelangi melingkari matahari memang biasanya ada kejadian apakah itu orang besar meninggal atau terjadi bencana yang luar biasa," kata warga Atambua. (yon)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang