Kemudi Simulator Roda 4 Polres Lembata Alami Gangguan
Pos Kupang - Jumat, 3 Agustus 2012 | 10:22 WITA

Pos Kupang/Feliks Janggu
Simulator Roda 4 --- Kasat Lantas Polres Lembata, Iptu Sudirman, S.Sos sedang suduk di atas kursi kemudia simulator Roda S Polres Lembata, Kamis (2/8/2012).
Berita Terkait
POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Kemudi Simulator Roda 4 (R4) yang dimiliki bagian Lantas Polres Lembata mengalami gangguan. Bagian kemudinya dirasa tak terkendalikan dan agak kaku.
Demikian informasi yang diperoleh Pos Kupang di sela-sela uji coba simulasi di ruang penyimpanan alat itu di Mapolres Lembata, Kamis (2/8/2012). Sejauh ini, Simulator R4 masih pada tahap ujicoba untuk melakukan sosialisasi.
"Belum dimanfaatkan sebagai alat simulasi resmi untuk pengujian SIM. Masih menanti Peraturan Kapolri. Nanti lebih jelasnya pak nanti tanya pak kasat," kata kata salah seorang petugas.
Operator R2, Brigpol Felix M Eluama mengatakan untuk mengoperasikan alat ini diperlukan kosentrasi tinggi bila dibandingkan dengan cara manual.
"Butuh konsentrasi. Tetapi uji coba seperti ini fair dan transparan. Hasilnya akan diketahui sendiri karena skornya akan di print out," kata Felix di sela-sela uji coba R2 itu.
Felix mengatakan simulasi komputerisasi menuntut suatu konsentrasi tinggi. Ada beberapa item pengujian yang dilakukan sebelum dikeluarkan skor kelulusan dengan nilai di atas 60.
Kapolres Lembata, AKBP Marthen Johannis melalui Kasat Lantas Polres Lembata, Iptu Sudirman,S.Sos mengungkapkan dua alat Simulator itu berfungsi normal. Tidak bermasalah. "Tidak ada masalah kita di sini. Kita kan hanya terima alat. Alatnya baik, kita sudah operasikan," kata Sudirman.
Menanggapai kemudi yang agak terganggu, Sudirman mengatakan perlu datangkan tenaga teknisi. Sedangkan operator Simulator, ke depannya perlu diadakan pelatihan teknis terkait penggunaan alat itu. "Secara umum Simulator R2 dan R4 berfungsi normal. Tidak ada masalah. Kita sudah pakai," kata Sudirman didampingi Kabag Humas, Aipda Rejab R. Wuakero.
"Simulator R2, Brigpol Felix M Eluama sudah ikut pelatihan di Kupang," tambahnya.
Sudirman mengatakan, R2 sudah beroperasi sejak tahun 2011. Sedangkan R4 baru mulai diujicoba per maret 2012. Kedua alat itu berfungsi normal dan tidak ada masalah.
Namun demikian, Sudirman mengakui penggunaan Simulator sistem komputerisasi itu akan menuai kesulitan untuk masyarakat. Karena masyarakat kita belum begitu paham.
Bahkan orang yang sudah mahir mengemudikan kendaraan, belum tentu lulus ketika dilakukan tes ulang dengan sistem komputerisasi itu. "Mungkin anak-anak yang biasa bermain game lebih lincah bermain ini," tandas Sudirman di sela-sela lakukan tes alat Simulator itu. (kk)
Demikian informasi yang diperoleh Pos Kupang di sela-sela uji coba simulasi di ruang penyimpanan alat itu di Mapolres Lembata, Kamis (2/8/2012). Sejauh ini, Simulator R4 masih pada tahap ujicoba untuk melakukan sosialisasi.
"Belum dimanfaatkan sebagai alat simulasi resmi untuk pengujian SIM. Masih menanti Peraturan Kapolri. Nanti lebih jelasnya pak nanti tanya pak kasat," kata kata salah seorang petugas.
Operator R2, Brigpol Felix M Eluama mengatakan untuk mengoperasikan alat ini diperlukan kosentrasi tinggi bila dibandingkan dengan cara manual.
"Butuh konsentrasi. Tetapi uji coba seperti ini fair dan transparan. Hasilnya akan diketahui sendiri karena skornya akan di print out," kata Felix di sela-sela uji coba R2 itu.
Felix mengatakan simulasi komputerisasi menuntut suatu konsentrasi tinggi. Ada beberapa item pengujian yang dilakukan sebelum dikeluarkan skor kelulusan dengan nilai di atas 60.
Kapolres Lembata, AKBP Marthen Johannis melalui Kasat Lantas Polres Lembata, Iptu Sudirman,S.Sos mengungkapkan dua alat Simulator itu berfungsi normal. Tidak bermasalah. "Tidak ada masalah kita di sini. Kita kan hanya terima alat. Alatnya baik, kita sudah operasikan," kata Sudirman.
Menanggapai kemudi yang agak terganggu, Sudirman mengatakan perlu datangkan tenaga teknisi. Sedangkan operator Simulator, ke depannya perlu diadakan pelatihan teknis terkait penggunaan alat itu. "Secara umum Simulator R2 dan R4 berfungsi normal. Tidak ada masalah. Kita sudah pakai," kata Sudirman didampingi Kabag Humas, Aipda Rejab R. Wuakero.
"Simulator R2, Brigpol Felix M Eluama sudah ikut pelatihan di Kupang," tambahnya.
Sudirman mengatakan, R2 sudah beroperasi sejak tahun 2011. Sedangkan R4 baru mulai diujicoba per maret 2012. Kedua alat itu berfungsi normal dan tidak ada masalah.
Namun demikian, Sudirman mengakui penggunaan Simulator sistem komputerisasi itu akan menuai kesulitan untuk masyarakat. Karena masyarakat kita belum begitu paham.
Bahkan orang yang sudah mahir mengemudikan kendaraan, belum tentu lulus ketika dilakukan tes ulang dengan sistem komputerisasi itu. "Mungkin anak-anak yang biasa bermain game lebih lincah bermain ini," tandas Sudirman di sela-sela lakukan tes alat Simulator itu. (kk)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang