Pos Kupang
Duh! 781 Guru di TTU Gagal Ujian Kompetensi
Pos Kupang - Jumat, 3 Agustus 2012 | 12:16 WITA
Share |
Guru-uji-kompetensi.jpg
POS KUPANG/JULIUS AKOIT
Beberapa guru mencoba online namun gagal karena perangkat internet tidak berfungsi
POS KUPANG.COM, KEFAMENANU -- Sebanyak 781 guru TK/SD, SMP dan SMU/SMK di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) gagal mengikuti ujian kompetensi guna memperpanjang sertifikat guru, Rabu (1/8/2012) pagi. Ujian kompetensi yang digelar secara online dan serentak di seluruh Indonesia itu gagal diikuti karena internet macet dan mengalami gangguan conection.

Beberapa guru SMP yang ditemui di gedung SMU Katolik Warta Bhakti Kefamenanu, Rabu pagi, mengeluhkan nasib mereka. "Kalau gagal ujian hanya gara-gara perangkat internet macet, apakah sertifikat kami akan dicabut? Kami sangat kuatir," keluh Fransiskus Asisi Jeringin, guru SMP Katolik St. Josep Noemuti.

Ia mengatakan para guru sudah tiba di lokasi ujian sejak pukul 07.00 wita. Ketika disuruh masuk ke ruang komputer untuk mengikuti ujian, ternyata perangkat internet yang terhubung pada 20 unit komputer di ruangan itu tidak berfungsi. "Tidak ada koneksi dengan server di pusat," tambah Gervas Salu didukung rekan guru lainnya, Gustav Maaf, Yohanes Taus dan Ny. Filomena Tefa.

Salah seorang guru justru menyalahkan staf IT yang disiapkan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU. "Jangan-jangan staf IT itu kemampuannya terbatas," tukasnya curiga. Ia mengungkapkan penyiapan perangkat komputer dan internet cuma dilakukan dalam waktu sehari. "Padahal ini menyangkut nasib banyak orang," tukasnya, sembari memohon namanya jangan dikorankan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan ujian kompetensi secara online itu digelar di tiga tempat, yaitu di gedung SMU Katolik Warta Bhakti Kefamenanu, SMUN 2 Kefamenanu, dan SMK Negeri 1 Kefamenanu. Ujian berlangsung selama 2,5 jam dalam tiga gelombang. Tiap gelombang 20 orang guru. Jika telah selesai masuk lagi 20 orang guru dan seterusnya.

"Hanya di SMUN 2 Kefamenanu yang perangkat internetnya berfungsi. Sedangkan di SMU Katolik Warta Bhakti dan SMKN 1 Kefamenanu macet dan tidak berfungsi," jelas seorang guru.

Kadis PPO Kabupaten TTU, Drs. Vinsensius Saba, yang dikonfirmasi terpisah di ruang kerjanya, membenarkan kendala yang dihadapi tim IT untuk memfungsikan perangkat internet di dua tempat, yaitu di SMU Katolik Warta Bhakti dan SMK Negeri 1 Kefamenanu.

"Kasus ini sudah saya laporkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Provinsi NTT maupun di Jakarta," kata Saba. Ia meminta para guru agar tetap mengisi daftar hadir secara manual agar diperoleh kepastian bahwa guru hadir namun tidak bisa mengikuti ujian karena kendala teknis.

Ia mengatakan program uji kompetensi secara online adalah program Kemendiknas RI di Jakarta. Bukan program Dinas PPO Kabupaten TTU. "Memang ada banyak masukan dari guru agar uji kompetensi menggunakan perangkat internet supaya ditunda sampai bulan Oktober. Ini memberi waktu cukup bagi para guru di desa agar belajar komputer dan internet sehingga tidak bingung menggunakan perangkat teknologi itu saat ujian dilaksanakan. Namun usulan itu tidak digubris," papar Saba.

Tentang tujuan uji kompetensi itu, kata Saba, hanya untuk menilai apakah pengajar yang sudah mengantongi sertifikat guru itu masih layak sebagai guru yang profesional ataukah tidak lagi. " Jadi tujuan ujian kompetensi online ini bukan untuk mencabut sertifikat guru itu. Ini hanya untuk menilai apakah masih layak yang bersangkutan menjadi guru yang profesional," tandas Saba.

Materi uji kompetensi itu, kata Saba, hanya menyangkut kemampuan paedagogik dan kompetensi profesional. Sedangkan aspek sosial dan pribadi sudah diuji sebelumnya.

Ditambahkan, pihaknya akan mencari waktu yang pas untuk melakukan ujian kompetensi ulang bila perangkat komputer dan iternet sudah siap. "Nanti akan dilakukan ujian ulang. Jadi tidak usah kuatir," pungkas Saba. (ade) 

Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang