Tim Sepak Bola Ikmar Tetap Slid dalam Keterbatasan
Pos Kupang - Kamis, 2 Agustus 2012 | 10:32 WITA
Berita Terkait
POS-KUPANG.COM --- ANCUNGAN jempol pantas diberikan bagi Ikatan Mahasiswa Nusa Lontar alias Ikmar yang sudah membentuk tim sepak bola sendiri.
Sebanyak 14 pemuda asal Kabupaten Rote ini sejak 2009 sudah mulai melakukan latihan sepak bola secara rutin yang diasuh oleh Boy Soden, pengurus senior Ikmar.
Kreatifitas semacam ini seharusnya bisa menjadi contoh bagi pelajar atau mahasiswa lainnya di wilayah NTT, agar bisa juga membentuk sebuah wadah atau perkumpulan yang bisa menampung kegemaran anak-anak.
Daripada membentuk komunitas atau perkumpulan negatif yang hanya menghabiskan waktu untuk mabuk-mabukan, judi atau melakukan kegiatan tak terpuji lainnya. Kan lebih baik membentuk kelompok kreatif yang bisa saling menunjang kemampuan diri untuk berprestasi dan mandiri.
Pelatih sepak bola Ikmar, Boy Soden, ditemui usai latihan di lapanagan Soverdi Oebufu, beberapa waktu lalu, mengatakan, Ikmar sudah dibentuk sejak tahun 2007 lalu. Dan lantaran banyak anggotanya yang punya bakat dan kemampuan bermian sepak bola maka dibetuklah tim sepak bola.
"Hingga kini tim sepakbola itu meiliki 14 anggota. Dan selalu rutin melakukan latihan-latihan. Saya dipercayakan untuk mengasuh tim sepak bola ini," kata Boy. Menurut Boy latihan itu diperlukan untuk ketahanan dan membangun kekompakkan tim. Sehingga latihan rutin dilakukan dua kali seminggu baik di lapangan Soverdi maupun di Eltari.
Dan ternyata usaha tim sepak bola Ikmar ini tidak sia-sia, karena mereka pernah meraih juara 2 Fosmab Cup tahun 2012.
Anggota tim sepakbola Ikmar ini berasal dari Rote yang semuanya sedang menempuh pendidikan di Kupang sebagai mahasiswa pada sjeumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Kupang, seperti Undana, Unkris, AKL, PGRI, Stikom dan lainnya.
"Siapa saja mahasiswa asal Rote bisa bergambung dengan tim sepak Bola Ikmar. Asalkan benar-benar mau berlatih bersama-sama, membina kekerabatan dan meningaktkan prestasi diri," kata Boy.
Ditanya kendalanya dalam menahkodai Tim Sepak Bola Ikmar ini, Boy mengatakan, kendala pemain tidak menjadi masalah. Karena setiap pemain memiliki keunggulan dan keistimewaan masing-masing.
Namun mereka merasa sedikit 'kesulitan' ketika harus berlatih apalagi bertanding karena belum banyak ada dukungan moril dan materil dari pihak luar.
"Kami sangat berharap orang-orang tua asal Rote yang berada di Kupang bisa memberikan perhatian dan dukungan moril dan materil bagi perkembangan tim kami. Karena selama ini masih sangat minim perhatiannya kepada kami. Padahal banyak orang Rote yang sudah berhasil dan hidupnya mapam di Kupang ini," kata dosen di Kampus Unidharma Oesao ini.
Akibatnya, ketika latihan, mereka hanya bisa minum air putih dan makan gorengan seadanya. Karena uangnya pun dari kantong masing-masing yang dikumpulkan.
"Tapi meski hanya bisa minum air putih dan makan gorengan, prestasi harus terus ditingkatkan. Latihan harus terus dilakukan. Mahasiswa asal Rote harus memiliki kegiatan positif dan bisa berprestasi. Dana Minim, tapi tim sepak bola Ikmar harus tetap solid," kata Boy diamini anggota timnya.
Menurut Boy, dengan tim sepakbola ini, bukan saja melatih kemampuan sepak bola anggotanya, namun juga bis amembna keakraban diantara mereka dan dikusi saling tukar pikiran memberikan informasi mengenai perkembangan-perkembangan yang terjadi di Kota Kupang dan NTT.
Boy berharap, suatu waktu nanti tim sepak bola Ikmar bisa berkembang dan bisa lebih berprestasi lagi.
Boy berharap para mahasiswa lainnya yang tidak tergabung dalam Ikmar bisa terus melakukan aktifitas bermanfaat diluar kampus. "Jangan terlibat hal-hal negatif karena akan merugikan diri sendiri. Banyak olahraga atau di bidang lainnya seperti seni," kata Boy.
Sebanyak 14 pemuda asal Kabupaten Rote ini sejak 2009 sudah mulai melakukan latihan sepak bola secara rutin yang diasuh oleh Boy Soden, pengurus senior Ikmar.
Kreatifitas semacam ini seharusnya bisa menjadi contoh bagi pelajar atau mahasiswa lainnya di wilayah NTT, agar bisa juga membentuk sebuah wadah atau perkumpulan yang bisa menampung kegemaran anak-anak.
Daripada membentuk komunitas atau perkumpulan negatif yang hanya menghabiskan waktu untuk mabuk-mabukan, judi atau melakukan kegiatan tak terpuji lainnya. Kan lebih baik membentuk kelompok kreatif yang bisa saling menunjang kemampuan diri untuk berprestasi dan mandiri.
Pelatih sepak bola Ikmar, Boy Soden, ditemui usai latihan di lapanagan Soverdi Oebufu, beberapa waktu lalu, mengatakan, Ikmar sudah dibentuk sejak tahun 2007 lalu. Dan lantaran banyak anggotanya yang punya bakat dan kemampuan bermian sepak bola maka dibetuklah tim sepak bola.
"Hingga kini tim sepakbola itu meiliki 14 anggota. Dan selalu rutin melakukan latihan-latihan. Saya dipercayakan untuk mengasuh tim sepak bola ini," kata Boy. Menurut Boy latihan itu diperlukan untuk ketahanan dan membangun kekompakkan tim. Sehingga latihan rutin dilakukan dua kali seminggu baik di lapangan Soverdi maupun di Eltari.
Dan ternyata usaha tim sepak bola Ikmar ini tidak sia-sia, karena mereka pernah meraih juara 2 Fosmab Cup tahun 2012.
Anggota tim sepakbola Ikmar ini berasal dari Rote yang semuanya sedang menempuh pendidikan di Kupang sebagai mahasiswa pada sjeumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Kupang, seperti Undana, Unkris, AKL, PGRI, Stikom dan lainnya.
"Siapa saja mahasiswa asal Rote bisa bergambung dengan tim sepak Bola Ikmar. Asalkan benar-benar mau berlatih bersama-sama, membina kekerabatan dan meningaktkan prestasi diri," kata Boy.
Ditanya kendalanya dalam menahkodai Tim Sepak Bola Ikmar ini, Boy mengatakan, kendala pemain tidak menjadi masalah. Karena setiap pemain memiliki keunggulan dan keistimewaan masing-masing.
Namun mereka merasa sedikit 'kesulitan' ketika harus berlatih apalagi bertanding karena belum banyak ada dukungan moril dan materil dari pihak luar.
"Kami sangat berharap orang-orang tua asal Rote yang berada di Kupang bisa memberikan perhatian dan dukungan moril dan materil bagi perkembangan tim kami. Karena selama ini masih sangat minim perhatiannya kepada kami. Padahal banyak orang Rote yang sudah berhasil dan hidupnya mapam di Kupang ini," kata dosen di Kampus Unidharma Oesao ini.
Akibatnya, ketika latihan, mereka hanya bisa minum air putih dan makan gorengan seadanya. Karena uangnya pun dari kantong masing-masing yang dikumpulkan.
"Tapi meski hanya bisa minum air putih dan makan gorengan, prestasi harus terus ditingkatkan. Latihan harus terus dilakukan. Mahasiswa asal Rote harus memiliki kegiatan positif dan bisa berprestasi. Dana Minim, tapi tim sepak bola Ikmar harus tetap solid," kata Boy diamini anggota timnya.
Menurut Boy, dengan tim sepakbola ini, bukan saja melatih kemampuan sepak bola anggotanya, namun juga bis amembna keakraban diantara mereka dan dikusi saling tukar pikiran memberikan informasi mengenai perkembangan-perkembangan yang terjadi di Kota Kupang dan NTT.
Boy berharap, suatu waktu nanti tim sepak bola Ikmar bisa berkembang dan bisa lebih berprestasi lagi.
Boy berharap para mahasiswa lainnya yang tidak tergabung dalam Ikmar bisa terus melakukan aktifitas bermanfaat diluar kampus. "Jangan terlibat hal-hal negatif karena akan merugikan diri sendiri. Banyak olahraga atau di bidang lainnya seperti seni," kata Boy.
Penulis : omdsmy_novemy_leo
Editor : omdsmy_novemy_leo
Sumber : Pos Kupang

