A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Ssstt... Ada yang Pakai Uang DeMAM Untuk Urus TKI - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Pos Kupang

Ssstt... Ada yang Pakai Uang DeMAM Untuk Urus TKI

Kamis, 2 Agustus 2012 22:07 WITA
Ssstt... Ada yang Pakai Uang DeMAM Untuk Urus TKI
POS KUPANG/EDY BAU
Kepala Bappeda NTT, Ir. Wayan Darmawa membawakan materi tentang perkembangan pelaksanaan program DeMAM dalam pertemuan Bakomhumas di Aula Kantor Dinas Infokom Propinsi NTT, Kamis (2/8/2012) siang.
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ada-ada saja oknum pengurus dana Program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Belu. Uang yang telah dikumpulkan kelompok tani untuk membeli 17 ekor sapi ternyata dibawa kabur untuk mengurus tenaga kerja ke Kalimantan dan Malaysia.

Hal ini diungkapkan salah satu pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi NTT, Yani Leba yang hadir pada acara Badan Koordinasi dan Kehumasan (Bakomhumas) tentang program DeMAM di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Infokom) Propinsi NTT, Kamis (2/8/2012).

Menurut Yani Leba, informasi ini diperolehnya ketika dirinya dari Dinas PU Propinsi NTT turun ke lapangan dalam rangka program DeMAM ini. Selain menemukan kasus itu, lanjut Yani, mereka juga menemukan adanya kesulitan pencairan dana DeMAM di Desa Naet, Kabupaten Belu karena masyarakat kelompok tidak memiliki kartu tanda penduduk.

Ada juga masalah legalitas kepala desa yang belum dilantik sehingga menyulitkan pencairan dana itu. "Ada kelompok yang sudah anggarkan dana untuk beli sapi 17 ekor tapi orangnya sudah kabur ke Malaysia. Untuk penyelesaian, katanya akan ada perhitungan terhadap aset yang dimiliki oleh oknum itu. Jika tidak mencukupi maka akan diserahkan ke kepolisian untuk memroses yang bersangkutan," katanya dalam forum itu.

Menjawab hal ini, Kepala Bappeda, Wayan Darmawa mengatakan akan semakin intens memonitoring para pendamping kelompok masyarakat  (PKM).

Tentang adanya keluhan soal kinerja PKM yang tidak maksimal, Wayan mengatakan, pihaknya tidak segan-segan memecat PKM yang tidak membuat laporan. Dia meminta kerja sama para kepala desa untuk turut memantau kinerja para PKM. Jika yang tidak beres maka hendaknya laporanya tidak usah ditandatangani kepala desa.

"Pelaporan PKM diketahui oleh Lurah atau kepala desa jadi kalau tidak maksimal, kades tidak usah tandatangan mengetahui. Laporannya lancar dan diketahui kades maka aman, kalau tidak maka bisa dipecat," tegasnya.(roy)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
76660 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas