Pos Kupang
Yunita Belajar dari Masalah
Pos Kupang - Senin, 30 Juli 2012 | 09:58 WITA
Share |
Nita.jpg
pk/eko
Yunita Konay
"HIDUP tanpa masalah? Omong kosong! Bersyukurlah karena masalah kerap menghampiri hidup kita. Masalah membuat kita belajar untuk mengatasinya. Tanpa masalah kita takkan pernah tahu bagaimana mengatasi sebuah masalah."

Kata-kata ini menjadi salah satu pegangan dalam keseharian Yunita Wellyanti Konay, S.Sos. Manajer pada Kopegtel Kupang ini buka-bukaan soal kiat bagaimana dia bisa menggapai apa yang kini ada dalam genggamannya. Lahir di Kupang, 14 Juni 1977, Nita, demikian biasa disapa, sudah berkarier di Kopegtel Kupang sejak masih kuliah di FISIP Undana. Menjadi manajer, tidak membuat Nita merasa telah sukses. Nita mengaku masih dalam proses belajar agar menjadi lebih baik.

Salah satu rahasia sukses Nita adalah doa. Sejak remaja, Nita sudah menjadi aktivis gereja. Bermodalkan suara yang cukup bagus didukung orang tua yang memiliki grup orkestra musik keroncong, Nita sudah biasa menyanyi di Gereja Koinonia, Kupang sejak kecil. Aktivitas itu dibawanya hinga sekarang. Nita sudah sering mengikuti lomba pesta paduan suara gerejawi (pesparawi) hingga tingkat nasional.

Istri dari George Markus dan ibu dari Javezino Edward Octovian ini kemudian dipercaya sebagai salah satu anggota majelis jemaat Koinonia, Kuanino, Kupang di Lingkungan VII. Buah hati pasangan Esau Konay (alm) dan Dina J. Konay-Mbate Mooy (almh) ini ternyata memiliki sejumlah prestasi di gereja yang membanggakan.

"Prestasi, beta bingung. Lebih banyak prestasi kalau di gereja daripada sekolah. Di kantor, memang dipromosi jabatan dari staf, koordinator, asisten manajer dan sekarang manajer. Saya merasa belum sukses. Ini baru proses belajar jadi baik untuk mengisi waktu hidup," ujarnya.

Menjadi karyawan Kopegtel Kupang sejak 14 Oktober 1996, alumni FISIP Undana jurusan Administrasi Niaga tahun 2000 ini bersyukur memiliki rekan-rekan kerja yang sangat total dalam menjalankan tugasnya. "Kami di Kopegtel yang saling mendukung semua pekerjaan yang ada. Kebersamaan yang kami bangun bersama di Kopegtel merupakan kekuatan untuk terus bekerja total sehingga semua tugas meski berat, dapat kami laksanakan dengan baik," kata Nita.

Aktivitas Nita, tamatan SEAN Kupang 1995 ini di kantor dan luar rumah cukup banyak. Bagaimana dukungan suami dan anak? "Keluarga sangat mendukung saya. Tiap pagi beta musti urus keperluan suami dan anak untuk berangkat ke sekolah dan kerja. Mereka lebih dahulu berangkat baru saya ke kantor. Pulang pukul 17.00 Wita, beta langsung ibadat (tiap selasa, rabu, jumat dan sabtu) hingga sekitar pukul 19.30 Wita. Setelah itu baru kitong bakatumu di rumah. Sabtu kadang beta lembur juga, tapi suami dan anak tetap dukung asal jalan yang benar dan baik sonde masalah," terang Nita.

Mantan aktivis GMKI Cabang Kupang ini masih memiliki segudang cerita sukses yang patut ditiru. Tak hanya sukses sebagai wanita karier di kantor, Nita juga mampu membina rumah tangganya dengan baik. Tak sampai sepuluh tahun bekerja, Nita sudah menjadi orang nomor satu di Kopegtel Kupang. Nita tahu bahwa tantangan ke depan akan lebih berat. Namun, dengan dukungan rekan kerja, sahabat, keluarga dan Tuhan, membuat dia yakin akan kuat menghadapinya. (eko)

Editor : sipri_seko