Pos Kupang
Belum Ada Perkembangan Berarti
Pos Kupang - Jumat, 27 Juli 2012 | 21:12 WITA
Share |
mayat-tanpa-kepala.jpg
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Visum -- Dokter dari pihak kepolisian (Dokpol) Polda NTT, sedang melakukan visum luar terhadap mayat di ruang jenazah RSUD Dr. Prof. WZ. Johannes Kupang, Kamis (12/7/2012)
Laporan Wartawan Pos Kupang, Servan Mammilianus

POS KUPANG.COM, KUPANG
-- Penemuan mayat tanpa kepala pada Hari Kamis (12/7/2012) pagi, di dekat Rumah Sakit Tentara tepatnya di samping Kantor Kelurahan Fontein Kota Kupang, sudah dua pekan berlalu.

Tetapi hingga kini belum ada perkembangan yang berarti, untuk mengungkapkan siapa sebenarnya identitas korban yang diduga seorang perempuan tersebut, serta pelaku dan motifnya.

Pihak kepolisian di Polres Kupang Kota mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin tetapi belum ada titik terang. Saat ini pihak kepolisian setempat masih menunggu hasil otopsi yang sudah dilakukan, untuk sedikit mempersempit penyelidikan.

Kepala Kepolisian Resort Kupang Kota, AKBP Tito Basuki Priyatno, SIK, melalui PLH Kasubag Humas, AKP I Ketut Wiyasa, mengatakan itu saat dikonfirmasi Pos Kupang di ruangan kerjanya, Jumat (27/7/2012) terkait perkembangan penanganan masalah tersebut.

"Belum ada titik terang dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Penyelidikan tetap terus dilakukan dan kami membutuhkan peran serta aktif dari masyarakat untuk memberikan laporan kepada kami sekecil apa pun informasinya.

Khususnya berkaitan dengan informasi tentang kemungkinan adanya anggota keluarga yang hilang," kata Wiyasa.
Dia juga belum bisa memastikan kapan hasil otopsi dari doter kepolisian (Dokpol), akan diperoleh pihaknya. Hasil otopsi kata dia, bisa memberi sedikit kemudahan untuk mempersempit penyelidikan.

"Kami juga masih menunggu keterangan dari hasil otopsi, sampai sekarang kami belum dapat itu. Masing-masing punya bidang profesinya dan hal itu ditangani oleh dokter kepolisian dari Rumah Sakit Bhayangkara. Sampai sekarang penyelidikan tetap jalan tetapi belum spesifik, masih secara luas karena hasil otopsi belum ada," kata Wiyasa.

Kemudahan yang diperoleh bila hasil otopsi sudah ada kata dia, yakni bisa mengetahui perkiraan jenis kelaminnya, usia korban, berapa lama dia meninggal saat ditemukan, serta beberapa yang lainnya. Hal tersebut kata dia, bisa sedikit mempermudah pengungkapan kasus yang masih misterius itu.

Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang