Selasa, 9 Juni 2026

Kesamaan Hobi Motor CB Menjalin Persaudaraan

Kesamaan hobi menghilangkan perbedaan. Tidak memandang dari mana seseorang, kaya atau miskin, tua muda, berpendidikan tinggi atau tidak.

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Kesamaan Hobi Motor CB Menjalin Persaudaraan - Komunitas_CB.jpg
POS KUPANG/ALF
ANGGOTA Kupang Atoin Meto CB Club pose di Mapolda NTT.
Kesamaan Hobi Motor CB Menjalin Persaudaraan - Komunitas_CB-1.jpg
Motor CB milik Kupang Atoin Meto CB Club
POS KUPANG.COM -- Kesamaan  hobi menghilangkan perbedaan. Tidak memandang dari mana seseorang, kaya atau miskin, tua muda, berpendidikan tinggi atau tidak. Asalkan memiliki hobi yang sama,  semua pasti bersatu.

Demikian pula para pecinta sepeda motor Honda CB di Kupang. Gara-gara kesamaan hobi mengendarai CB menyatukan  mereka dalam sebuah komunitas Kupang Atoin Meto CB Club (Komet). Komunitas yang sudah hadir sejak beberapa tahun ini,  memiliki 53 anggota, 32 orang di antaranya telah mengantongi kartu anggota Ikatan Motor Indonsia (IMI) pusat.

Ketua Komet, Raff Sartana, ditemui di sela-sela acara Day Out Bikers di Mapolda NTT, Minggu (15/7/2012), menjelaskan, terbentuknya organisasi ini pada dasarnya hanya kecintaan pada sepeda motor Honda CB yang diproduksi tahun 1970-an hingga 1980-an.  

Di Indonesia, jenis CB yang diintroduksi adalah CB 100cc, 125 cc, 175 cc, dan 200 cc.  Tiga tipe terakhir tersedia pula dalam silinder ganda, namun di Indonesia CB100 dan CB 125 mesin tunggal lebih populer karena harganya murah, perawatannya mudah, dan fleksibel untuk dimodifikasi.  Honda CB 100 K1 masuk Indonesia tahun 1971, sedangkan Honda CB 100 K2  tahun 1972.

"Ini dasarnya kecintaan terhadap Honda CB saja. Lalu kita kumpul, dialog, dan kita buat semacam komunitas yang dipersatukan dalam payung organisasi. Dan, disepakati membentuk komintas pecinta Honda CB di Kupang dengan nama Kupang Atoin Meto CB Club," jelas Raff Sartana, Ketua Atoin Meto CB Club.

Raff menjelaskan, dipilihnya nama Atoin Meto bukan karena mereka ada kumpulan orang Timor. Atoin Meto diambil karena ungkapan untuk orang yang berasal dari NTT di daerah lain selalu disebut dengan orang Timor. "Kalau kita di Jawa, kita dikenal dengan orang Timor. Jadi, kita pilih nama Atoin Meto ini untuk nama komunitas ini," jelasnya.

Namun anggota Komet CB Club ini datang dari berbagai macam etnis, antara lain Jawa, Flores, Sabu, Rote, Timor Sumba dan lainnya. Dan, berbagai perbedaan tersebut kini melebur dalam satu komunitas yang menyukai sepeda motor CB

Jangan Langgar Lalu Lintas
Anggota komintas ini disyaratkan memiliki sepeda motor jenis CB atau setidaknya menyerupai CB. Dan, meski komunitas ini lebih merupakan kumpulan pecinta motor klasik, namun setiap anggota harus memiliki sepeda motor dengan kondisi yang lengkap yaitu memiliki kaca spion, lampu rating, lampu rem dan berbagai asesoris standar.

Para pecinta juga wajib menaati aturan lalu lintas termasuk bersepeda motor harus mengenakan helm. "Apabila di antara anggota Komet ada yang dua kali melanggar lalu lintas seperti ditilang, maka KTA kita cabut. Jadi, kita tetap mengutamakan ketertiban berlalu lintas," jelasnya.

Terbentuknya organisasi ini diawali dengan berkumpul setiap hari Minggu di Jalan El Tari, depan rumah jabatan Gubernur NTT. Ini dilakukan untuk memancing animo pecinta CB lainnya untuk bergabung. Namun karena banyak kelompok anak muda yang ugal-ugalan hingga mangkal di Jalan El Tari tersebut dipindahkan ke malam minggu, namun hanya sampai jam 12 malam saja. Selain mangkal, komunitas ini sudah melakukan aktivitas lain yaitu touring ke TTS, TTU, Belu hingga ke wilayah perbatasan. "Sudah dua kali kita touring," ungkap Raff.

Untuk pengembangan organisasi, komunitas ini juga membangun jaringan dengan pecinta motor CB di SoE, Kefamenanu dan Atambua.  Selain itu, telah berkomunikasi dengan komunitas CB di Maumere dan membentuk organisasi yang sama di Sabu. "Kalau semua sudah terbentuk, kita akan panggil badan-badan pengurus masing- masing, buat kesepakatan untuk Jambore Daerah. Kita harus buka dulu jaring- jaringan. Kalau orgnisasi ini mau besar, kita harus benar-benar mencintai organisasi ini," ujar Raff. (alf)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved