Pos Kupang
Rotok dan Paul kumpul KTP Pendukung di Manggarai
Pos Kupang - Jumat, 20 Juli 2012 | 09:25 WITA
Share |
Laporan wartawan Pos-Kupang.com, Eugenius Moa

POS-KUPANG.COM, RUTENG --
Tim sukses Bakal Calon  Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur NTT 2013-2018, Drs. Christian Rotok, dan Ir.Abraham Paul Liyanto (Cristal),   mengumpulkan kartu tanda penduduk  (KTP) dukungan dari warga masyarakat.  

Dukungan pencalonan melalui jalur independen akan ditempuh Paket Cristal  bila tidak  diperoleh pintu masuk melalui partai politik (parpol). 

"Saya yang suruh kumpul KTP. Kami tempuh dua jalur. Kalau parpol tidak rela, ya indenpenden.  Saat ini tim sudah mulai kerja kumpulkan fotocopy KTP," kata Chris kepada wartawan di Ruteng, Kamis  (19/7/2012). 

Syarat minimal  dukungan  calon independen diperkirakan 250 ribu KTP dari 50 persen  dari wilayah atau  sekitar 10 kabupaten/kota di NTT.

Chris mengatakan, kemenangan calon independen dalam pemilihan  Walikota Kupang bulan lalu memberi inspirasi kepada paketnya  menempuh  jalur independen.

Bupati Manggarai dua periode ini  mengaku  telah membangun komunikasi politik dengan 15 parpol, kecuali Partai Demokrat, PDIP dan Partai Golkar. 

Diskusi itu,  ditegaskannya, parpol menunggu hasil survai Lembaga Survey Indonesia (LSI)  yang akan menentukan elektabilitas calon gubernur dan wagub. Prinsipnya,  lanjut Chris, parpol tidak ingin calonnya gagal  dalam pemilukada gubernur.

Menurut Chris, parpol yang punya  parliamentary threshold  tidak ingin  kalah  dalam pemilu  2014.  Karena itu, calon yang diakomodir parpol harus memiliki daya ungkit terhadap perolehan suara  pada pemilu mendatang.  

Namun diskusi itu, demikian Cris lagi, tidak membicarkan besaran kontribusi bila  kelak dia diakomodir  oleh parpol. " Kami tidak bahas soal itu," tandas Chris lagi.

"Kalau informasi yang kamu (wartawan)  sampaikan itu benar,  harga Rp 1 miliar untuk satu parpol, saya tidak sanggup dan tidak punya uang sebanyak itu. Itu pintu masuk korupsi. Saya  bupati dua periode, juga tidak punya uang. Dari dulu seperti ini saja," kata  Chris.

Chris mengakui sempat mendengar cerita pengalaman  pihak lain yang sudah lewat. Mungkin saja ada kewajiban seperti itu kepada parpol.  

Mengenai respons masyarakat di Pulau Sumba  yang  dikunjunginya  awal bulan ini, Chris  memuji sambutan positif diberikan kepadanya.  Penghargaan seekor kuda pacu,  belasan kain adat dan beberapa parang Sumba dibawa pulang ke Ruteng, Manggarai sebagai kenangan.

Editor : omdsmy_novemy_leo
Sumber : Pos Kupang