PosKupang/

4 TKI NTT Dideportasi dari Malaysia Malaysia

Empat perempuan itu duduk menghadap pintu, sambil menatap seorang temannya, Serly Bauk (19) digendong petugas dari BP3TKI karena sesak napas.

4 TKI NTT Dideportasi dari Malaysia Malaysia
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Salah seorang TKI yang baru pulang dari Malaysia, terpaksa dibawa ke RSU karena mengalami sesak napas. Tampak petugas dari BP3TKI Kupang, Ratmi Pua Upa sementara menggotong TKI tersebut, Senin (16/7/2012).
KUPANG, POS-KUPANG.COM -- Empat perempuan itu duduk menghadap pintu, sambil menatap seorang temannya, Serly Bauk (19)  digendong petugas dari Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang Wilayah NTT karena sesak napas. Serly digotong ke mobil oleh para petugas BP3TKI.

Empat perempuan ini masing-masing Silvana Tefa (32) dari Kefa, Bendita D Araujo (16) dari Belu, Marselina Poli (38) dan Rince Tamonob dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Mereka adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia, karena berbagai penyakit, misalnya sakit kencing darah, hepatitis, TBC dan asma. Keempat TKI ini tiba di Kupang Minggu (15/7/2012) malam.

"Semua uang dan Hp kami disita. Kami kembali hanya bawa diri dan pakaian saja. Lainnya tidak ada. Kami pulang kosong. Pada waktu berangkat, saya hanya bawa uang Rp 50 ribu satu lembar dan uang itu sudah disita," ujar Rince Tamonob yang mengaku baru bekerja empat hari sebagai penjaga anak TK di Malaysia.

Silvana Tefa berangkat ke Malaysia bersama Marselina Poli melalui Batam pada 7 Juni 2012. Saat itu mereka masih menunggu tiga hari lamanya untuk mengurus paspor, sehingga pada Selasa (10/7/2012) baru tiba di negara tujuan.

Bendita bersama Serli Bauk dan 17 orang lainnya dari NTT berangkat ke Malaysia dan tiba di sana 21 Juni 2012. Sedangkan Rince Tamonob bersama sembilan orang temannya, juga ke Malaysia. Mereka direkrut perusahaan yang bernama Mangga Dua di Babau, Kabupaten Kupang.

Sayangnya, baru sekitar satu bulan lamanya tiba di Malaysia, para TKI itu dikembalikan lagi ke Kupang karena sakit. Pada waktu dipulangkan, para TKI ini tidak membawa apa pun termasuk uang. Mereka hanya diberikan tiket dan tidak didampingi oleh petugas.

"Semua uang dan HP disita. Kami kembali hanya bawa diri dan pakaian saja. Lainnya tidak ada. Pada waktu berangkat, saya hanya bawa uang Rp 50 ribu satu lembar dan uang itu sudah disita. Kami pulang kosong," ujar Rince yang mengaku baru bekerja empat hari sebagai penjaga anak TK di Malaysia.

Atas pengalaman tersebut, mereka berempat mengaku tobat menjadi TKI. Mereka juga tidak mau lagi menjadi TKI ke Malaysia. Mereka memilih kembali ke kampung dan berobat agar bisa sembuh.

"Kami sudah tobat, tidak mau tergiur lagi menjadi TKI. Kami pulang kosong, tidak bawa apa-apa," ujar Silvana Tefa yang mengaku sudah memiliki empat orang anak.

Dari lima orang TKI yang dipulangkan itu, satu orang TKI tidak bisa berbahasa Indonesia. Hingga saat ini, keluarga juga belum tahu kalau mereka sudah tiba di Kupang.

Mereka juga tidak menyangka dipulangkan karena sakit. Sebab sebelum diberangkatkan mereka sudah diperiksa di rumah sakit lebih dulu. Mereka sudah menjalani pemeriksaan darah dan kencing.

Penulis: hermina_pello
Editor: sipri_seko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help