Pos Kupang
4 TKI Asal NTT Dipulangkan Karena Sakit
Pos Kupang - Senin, 16 Juli 2012 | 22:57 WITA
Share |
TKI-TKW.jpg
POS KUPANG/HERMINA PELLO
TKI-- Empat TKI yang dipulangkan dari Malaysia karena sakit
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Empat perempuan duduk menghadap ke arah barat tepatnya ke pintu sambil menatap seorang temannya bernama Serly Bauk (19)  yang sementara digendong oleh petugas dari Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang Wilayah NTT ke atas mobil karena mengalami sesak napas.

Empat perempuan ini bernama Silvana Tefa (32) dari Kefa, Bendita D Araujo (16) dari Belu, Marselina Poli (38) dan Rince Tamonob dari Kabupaten TTS. Mereka merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipulangkan dari Malaysia karena berbagai penyakit misalnya sakit kencing darah, hepatitis, TBC dan asma. Mereka tiba di Kupang pada Minggu (15/7/2012) malam

Silvana Tefa berangkat bersama Marselina Poli ke Malaysia melalui Batam pada 7/6/2012 dan mereka masih menunggu selama tiga hari untuk mengurus Paspor sehingga pada 10/7/2012 baru tiba di Malaysia.

Bendita bersama Serli Bauk dan 17 orang lainnya dari NTT berangkat ke Malaysia dan tiba di sana pada 21/6/2012 sedangkan Rince Tamonob bersama sembilan orangnya ke Malaysia.

Mereka direkrut oleh perusahaan yang bernama Mangga Dua yang ada di Babau, Kabupaten Kupang. Namun sekitar satu bulan tiba di Malaysia mereka dikembalikan lagi ke Kupang karena sakit. Pada waktu pulang, mereka tidak membawa apapun termasuk uang.  Mereka hanya diberikan tiket dan tidak didampingi oleh petugas.

"Semua uang dan HP disita disana, kami kembali hanya bawa diri dan pakaian saja, lainnya tidak ada. Pada waktu berangkat, saya hanya bawa uang Rp 50 ribu satu lembar dan uang itu sudah disita," ujar Rince yang mengaku baru bekerja empat hari sebagai penjaga anak TK di Malaysia

Mereka berempat mengaku tobat untuk menjadi TKI dan tidak mau lagi menjadi TKI ke Malaysia. Mereka memilih untuk kembali ke kampung dan berobat agar bisa sembuh.
"Kami sudah tobat, tidak mau tergiur lagi menjadi TKI. Kami pulang kosong, tidak bawa apa-apa," ujar Silvana Tefa yang mengaku sudah memiliki empat orang anak.

Dari lima orang TKI yang dipulangkan, satu orang TKI tidak bisa berbahasa Indonesia. Kedatangan mereka kembali ke Kupang, belum diketahui oleh keluarga yang ada di sini.
Mereka tidak menyangka jika dipulangkan karena sakit sebab sebelum diberangkatkan mereka diperiksa di rumah sakit lebih dulu yakni periksa darah dan kencing.

Kepala BP3TKI, Gultom Tumbur melalui Kepala Seksi Perlindungan, Siwa mengungkapkan kedatangan lima TKI ini diketahui karena ada pemberitahuan dari petugas yang ada di Batam. "Mereka informasikan kepada kami kalau ada lima TKI yang dipulangkan dari Malaysia karena sakit," jelasnya.

Namun, lanjut Siwa, lima orang TKI ini tidak masuk ke Malaysia tidak melalui proses yang sebenarnya sehingga mereka tidak terdata.  "Mereka masih ditampung di sini dan nanti akan dikembalikan ke kampung halaman mereka," ujar Siwa.

Menurut Siwa, dalam tahun ini saja sudah ratusan TKI yang dipulangkan dan ditampung di tempat tersebut dengan berbagai kasus misalnya sakit, dipukul dan ada juga yang sudah selesai masa kontraknya. "Kami berupaya untuk memberikan perlindungan kepada TKI karena itu kami semaksimal mungkin membantu mereka," ucapnya.

Mengenai perusahaan yang mengirimkan lima TKI yang dipulangkan ini, Siwa mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu, hanya dari pengakuan mereka ada yang bernama pak Andi dan tadi dia ada datang di sini," jelasnya.

Penulis : hermina_pello
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang