Uskup se-Nusa Tenggara Evaluasi Kedaulatan Pangan
Pos Kupang - Minggu, 15 Juli 2012 | 23:19 WITA
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Para Uskup se-Regio Gerejawi Nusa Tenggara mengevaluasi pelaksanaan kedaulatan pangan umat di wilayah keuskupan masing-masing. Hal itu merupakan target pelaksanaan pertemuan pastoral VIII yang sebelumnya dilaksanakan di Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT, Juli 2009 lalu.
Ketua Seksi Humas Panitia Pertemuan Pastoral IX Regio Nusa Tenggara RD Louis Monteiro kepada wartawan di Kupang, Sabtu (14/7/2012), menyatakan, evaluasi tentang kedaulatan pangan dimaksudkan untuk melihat sejumlah dampak dari pelaksanaan hasil pertemuan pastoral sebelumnya, sehingga bisa menjadi bahan untuk ditindaklanjuti.
Hal yang sama, kata RD Louis, dalam tujuan pertemuan pastoral IX kali ini, juga membahas soal kesadaran bersama tentang pentingnya pembaharauan katekese dalam pelayanan pastoral gereja di berbagai bidang kehidupan, agar pelayanan gereja lebih terarah kepada tugas penyelamatan manusia (cura hominum), dan tidak semata-mata hanya kepada penyelamatan jiwa (cura animarum).
Dia mengatakan, pertemuan pastoral yang merupakan agenda rutin para uskup se-Regio Gerejawi Nusa Tenggara dalam tiga tahun sekali itu melibatkan delapan uskup yang ada, para imam utusan dari masing-masing keuskupan serta umat di masing-masing wilayah keuskupan.
Dia menyebutkan, delapan keuskupan yang terlibat dalam pertemuan tersebut adalah Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Maumere, dan Keuskupan Larantuka.
RD Louis menjelaskan, pertemuan pastoral IX akan berlangsung di Kupang dari 16-20 Juli 2012.
Ketua Seksi Humas Panitia Pertemuan Pastoral IX Regio Nusa Tenggara RD Louis Monteiro kepada wartawan di Kupang, Sabtu (14/7/2012), menyatakan, evaluasi tentang kedaulatan pangan dimaksudkan untuk melihat sejumlah dampak dari pelaksanaan hasil pertemuan pastoral sebelumnya, sehingga bisa menjadi bahan untuk ditindaklanjuti.
Hal yang sama, kata RD Louis, dalam tujuan pertemuan pastoral IX kali ini, juga membahas soal kesadaran bersama tentang pentingnya pembaharauan katekese dalam pelayanan pastoral gereja di berbagai bidang kehidupan, agar pelayanan gereja lebih terarah kepada tugas penyelamatan manusia (cura hominum), dan tidak semata-mata hanya kepada penyelamatan jiwa (cura animarum).
Dia mengatakan, pertemuan pastoral yang merupakan agenda rutin para uskup se-Regio Gerejawi Nusa Tenggara dalam tiga tahun sekali itu melibatkan delapan uskup yang ada, para imam utusan dari masing-masing keuskupan serta umat di masing-masing wilayah keuskupan.
Dia menyebutkan, delapan keuskupan yang terlibat dalam pertemuan tersebut adalah Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Maumere, dan Keuskupan Larantuka.
RD Louis menjelaskan, pertemuan pastoral IX akan berlangsung di Kupang dari 16-20 Juli 2012.
Editor : alfred_dama
Sumber : Antara