Rabu, 10 Juni 2026

Mody Taopan, Remaja Bukan Obyek

Terjun sebagai aktivis di bidang kesehatan reproduksi remaja dan melakukan advokasi terhadap pemerintah terkait layanan

Tayang:
Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM -- Terjun sebagai aktivis di bidang kesehatan reproduksi remaja dan melakukan advokasi terhadap pemerintah terkait layanan kesehatan reproduksi remaja merupakan hal yang tidak bisa lepas dari keseharian sosok gadis yang satu ini.

Sejak berada di bangku Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kupang, ia sudah  berkecimpung di organisasi. Bahkan menjadi Ketua Forum Remaja Kota Kupang yang pertama.

Itulah Mody Taopan, akrab disapa Maudy. Di kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM), Dinas Kesehatan, KPAD, bahkan Forum Parlemen, nama Maudy sudah dikenal karena sangat konsen terhadap persoalan kesehatan reproduksi remaja.

Kepada Pos Kupang di Hotel Ima, Kelurahan Oesapa, Rabu (11/7/2012), putri kedua dari tiga bersaudara ini mengakui  saat ini aktif di Aliansi  Remaja Independen.

Maudy bersyukur dari semua propinsi di Indonesia, NTT yang pertama membentuk  aliansi ini, berkolaborasi dengan beberapa kelompok lokal di Kota Kupang yang komit  terhadap  masalah kesehatan remaja.

Alumna Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini mengaku peduli terhadap persoalan remaja karena akumulasinya semakin tinggi. Misalnya  aborsi, kehamilan tidak diinginkan dan setelah hamil orangtua langsung menikahkan untuk menutupi aib. Padahal, ini belum tentu keputusan remaja.

Untuk itu, kata Maudy, para remaja seharusnya dibekali informasi  sehingga tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Kalau terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, keputusan untuk menikah sebaiknya dari remaja itu sendiri. Jangan sampai setelah menikah terjadi banyak hal yang tidak diinginkan.

Gadis kelahiran 2 September 1988 ini, mengatakan, remaja butuh mereka  didengarkan, jangan diperlakukan sebagai obyek.  Maudy yang mengaku sudah punya pacar ini mengatakan, program kesehatan reproduksi remaja merupakan program Kementerian Kesehatan RI sehingga pas  dengan perjuangannya.

"Kami hanya ingin agar remaja diperhatikan dan didengarkan. Orangtua jangan shok tahu, seolah-olah mereka tahu tentang remaja, padahal mereka tidak tahu apa-apa," tandas Maudy. (nia)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved