Mody Taopan, Remaja Bukan Obyek
Terjun sebagai aktivis di bidang kesehatan reproduksi remaja dan melakukan advokasi terhadap pemerintah terkait layanan
Sejak berada di bangku Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kupang, ia sudah berkecimpung di organisasi. Bahkan menjadi Ketua Forum Remaja Kota Kupang yang pertama.
Itulah Mody Taopan, akrab disapa Maudy. Di kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM), Dinas Kesehatan, KPAD, bahkan Forum Parlemen, nama Maudy sudah dikenal karena sangat konsen terhadap persoalan kesehatan reproduksi remaja.
Kepada Pos Kupang di Hotel Ima, Kelurahan Oesapa, Rabu (11/7/2012), putri kedua dari tiga bersaudara ini mengakui saat ini aktif di Aliansi Remaja Independen.
Maudy bersyukur dari semua propinsi di Indonesia, NTT yang pertama membentuk aliansi ini, berkolaborasi dengan beberapa kelompok lokal di Kota Kupang yang komit terhadap masalah kesehatan remaja.
Alumna Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini mengaku peduli terhadap persoalan remaja karena akumulasinya semakin tinggi. Misalnya aborsi, kehamilan tidak diinginkan dan setelah hamil orangtua langsung menikahkan untuk menutupi aib. Padahal, ini belum tentu keputusan remaja.
Untuk itu, kata Maudy, para remaja seharusnya dibekali informasi sehingga tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Kalau terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, keputusan untuk menikah sebaiknya dari remaja itu sendiri. Jangan sampai setelah menikah terjadi banyak hal yang tidak diinginkan.
Gadis kelahiran 2 September 1988 ini, mengatakan, remaja butuh mereka didengarkan, jangan diperlakukan sebagai obyek. Maudy yang mengaku sudah punya pacar ini mengatakan, program kesehatan reproduksi remaja merupakan program Kementerian Kesehatan RI sehingga pas dengan perjuangannya.
"Kami hanya ingin agar remaja diperhatikan dan didengarkan. Orangtua jangan shok tahu, seolah-olah mereka tahu tentang remaja, padahal mereka tidak tahu apa-apa," tandas Maudy. (nia)