Calon Siswa Baru SMA Sinar Pancasila Baru 7 Orang
Pos Kupang - Selasa, 10 Juli 2012 | 22:38 WITA

os Kupang/Oby Lewanmeru
Calon siswa baru di SMK Negeri 1 Kupang antre saat pendafatan pada Jumat (6/7/2012)
POS KUPANG.COM,KUPANG -- Penerimaan Siswa Baru (PSB) di Sekolah Menegah Atas (SMA) Sinar Pancasila Kupang hingga saat ini baru ada tujuh calon siswa baru yang mendaftar. Pihak sekolah menyesalkan adanya penambahan waktu PSB di SMA Negeri 1 Kupang.
Hal ini disampaikan Kepala SMA Sinar Pancasila Kupang, Welly Dimoe Djami, S.Pd kepada Pos -Kupang.Com, Selasa (10/7/2012).
Menurut Welly selama pembukaan dari Kamis (5/7/2012), baru ada tujuh calon siswa yang mendaftar di sekolah itu.
"Sampai dengan saat ini baru ada tujuh orang yang daftar di sekolah kami. Dan ini dipengaruhi oleh adanya pembukaan tambahan waktu di SMAN 1 Kupang. dan jelas ini sudah mengangkangi juknis," kata Welly.
Dijelaskan, jumlah itu bisa bertambah dikala sekolah-sekolah negeri mengumumkan hasil seleksi atau tes, namun tidak seberapa. Bahkan, lanjutnya, jika ada lagi penerimaan gelombang kedua atau penambahan kuota maka siswa yang ada bisa keluar atau lari ke sekolah negeri.
"Ini hal klasik yang selalu terjadi, namun yang kami sesalkan itu, kenapa pemerintah dan DPRD yang buat juknis lalu kangkangi lagi juknis itu," katanya.
Dikatakan, mereka biasanya menerima siswa baru hanya satu kelas dengan kisaran siswa maksimal 30 orang, namun kalau ada pembukaan gelimbang kedua atau tambahan secara diam-diam oleh sekolah negeri maka jumlah siswa itu bisa berkurang.
"Kami sekolah-sekolah swasta melihat ada upaya pemerintah untuk menutup sekolah swasta. dan salah satu buktinya adalah penambahan waktu PSB di SMAN 1 Kupang. Dan ini kami duga ada kepentingan-kepentingan oknum tertentu," ujar Welly.
Hal ini disampaikan Kepala SMA Sinar Pancasila Kupang, Welly Dimoe Djami, S.Pd kepada Pos -Kupang.Com, Selasa (10/7/2012).
Menurut Welly selama pembukaan dari Kamis (5/7/2012), baru ada tujuh calon siswa yang mendaftar di sekolah itu.
"Sampai dengan saat ini baru ada tujuh orang yang daftar di sekolah kami. Dan ini dipengaruhi oleh adanya pembukaan tambahan waktu di SMAN 1 Kupang. dan jelas ini sudah mengangkangi juknis," kata Welly.
Dijelaskan, jumlah itu bisa bertambah dikala sekolah-sekolah negeri mengumumkan hasil seleksi atau tes, namun tidak seberapa. Bahkan, lanjutnya, jika ada lagi penerimaan gelombang kedua atau penambahan kuota maka siswa yang ada bisa keluar atau lari ke sekolah negeri.
"Ini hal klasik yang selalu terjadi, namun yang kami sesalkan itu, kenapa pemerintah dan DPRD yang buat juknis lalu kangkangi lagi juknis itu," katanya.
Dikatakan, mereka biasanya menerima siswa baru hanya satu kelas dengan kisaran siswa maksimal 30 orang, namun kalau ada pembukaan gelimbang kedua atau tambahan secara diam-diam oleh sekolah negeri maka jumlah siswa itu bisa berkurang.
"Kami sekolah-sekolah swasta melihat ada upaya pemerintah untuk menutup sekolah swasta. dan salah satu buktinya adalah penambahan waktu PSB di SMAN 1 Kupang. Dan ini kami duga ada kepentingan-kepentingan oknum tertentu," ujar Welly.
Penulis : oby_lewanmeru
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang