PPL Harus Jadi Dokter Petani
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), yang ditugaskan pemerintah di desa-desa itu harus mampu menjadi dokter
POS KUPANG. COM, LABUAN BAJO -- Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), yang ditugaskan pemerintah di desa-desa itu harus mampu menjadi dokter bagi masyarakat petani. Jadi setiap ada hama penyakit yang menyerang tanaman petani, PPL harus mampu memberikan penjelasan dan solusi.
Demikian tanggapan ini disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat (Wabup Mabar), Drs. Gasa Maksimus, M. Si., saat ditemui Pos Kupang.Com, di ruang kerjanya, Senin (9/7/2012).
Gasa menegaskan, PPL harus bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat petani, atas setiap persoalan yang dihadapi petani di lapangan, dan bukan sebaliknya. "Apa gunanya kita tempatkan PPL di desa, kalau tidak bisa menjelaskan persoalan dan mencari jalan keluarnya di masyarakat," tanyanya.
Karena itu, Gasa menegaskan semua PPL yang ada di desa, harus mampu mendeteksi setiap hama penyakit yang menyerang tanaman pertanian, maupun perkebunan, sehingga dapat dicarikan jalan keluar terbaik bagi masyarakat petani.
"PPL harusnya bisa memberikan rekomendasi kepada masyarakat petani, mengenai tanaman-tanaman apa yang cocok untuk ditanam di setiap desa binaannya, sehingga hasil pertanian yang dihasilkan petani memiliki mutu yang baik, dan dapat dijual ke pasaran dengan harga yang baik, demi peningkatan perekonomian masyarakat petani," urainya.
"Kalau PPL hanya bisa buat laporan terkait hama penyakit yang menyerang tanaman petani di lapangan, dan tidak mampu memberikan solusi, sesungguhnya hal tersebut bisa dilakukan oleh pemerintah desa. Karena untuk membuat laporan, tidak butuh keahlian dalam bidang pertanian. Jadi kalau ada PPL yang hanya bia buat laporan, harus dipertanyakan kemampuan dan kapsitasnya sebagai tenaga PPL di lapangan," tandasnya.