Selasa, 9 Juni 2026

Pakan dan Air Kendala Pengembangan Sapi di NTT

Ketersediaan pakan dan air merupakan kendala utama dalam upaya menjadikan NTT khususnya Sumba dan Timor

Tayang:
Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketersediaan pakan dan air merupakan kendala utama dalam upaya menjadikan NTT khususnya Sumba dan Timor sebagai sentra pengembangan ternak besar khususnya sapi. Karena itu,  langkah pertama yang akan dilakukan adalah fokus menyiapkan pakan dan air.

"Soal pakan ternak, memang menjadi kendala utama bagi kita di NTT karena dia hanya tersedia berlimpah pada musim hujan tapi pada musim kemarau mengalami kekeringan sehingga kita sudah mengarahkan untuk dilakukan pengawetan terhadap pakan- pakan yang dipanen pada musim hujan yang akan digunakan pada musim kemarau," kata Kepala Dinas Peternakan Propinsi NTT, Ir. Samuel Rebo ketika dihubungi Pos Kupang melalui ponselnya dari Kupang ke Sumba, Jumat (6/7/2012) siang.

Dia dihubungi terkait bagaimana implementasi pengembangan ternak sapi di NTT khususnya di NTT. Samuel menjelaskan, Dinas Peternakan Propinsi NTT secara umum telah mengkonsepkan terutama dengan membuat suatu indikator bagaimana meningkatkan polulasi ternak yang ditargetkan bertambah empat persen setiap tahun.

"Populasi kita saat ini sekitar 800 ribu ekor. Dan target kita, di tahun 2015 sudah mencapi 1.000.000 ekor. Tentu itu bisa dicapai kalau kita lakukan intensifikasi untuk bagaimana meningkatkan populasinya," katanya.

Intensifikasi dimaksud, kata Samuel, meliputi penyiapan pakan dan bagaimana mengatasi masalah air. "Kita akan benahi dulu masalah pakan dan air ini, jika sudah dibenahi maka populasinya dengan sendirinya akan mengikuti. Kalau kita hanya bagi-bagi sapi tanpa memperhatikan pakannya  maka akan terjadi kematian. Memang kemarin kita sepakat bahwa tahun depan ini (2013) kita lebih fokus untuk bagaimana mempersiapkan pakan dan air. Baik di lokasi-lokasi kelompok maupun pada padang- padang pengembalaan. Yang dibenahi itu adalah masalah pakan dan air. Bagaimana dari dinas PU untuk mengalirkan air ke padang penggembalaan sehingga air bisa. Rumput pada kering semua sehingga butuh pengairan," jelasnya.

Tentang pakan, Samuel menjelaskan bahwa penyiapan pakan dilakukan sendiri oleh kelompok pemelihari sapi.  Kelompok- kelompok yang harus proaktif. Sistem penyiapan pakan yang pertama dia harus lakukan pengawetan yang  sudah disampaikan kepada para petani. (roy)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved