Kutu Loncat Serang Tanaman Mentedi Manggarai Barat
Tanaman jambu mente petani Desa Nampar Macing dan Golo Leleng, dalam tiga tahun terakhir sering terserang ham kutu loncat,
POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Tanaman jambu mente petani Desa Nampar Macing dan Golo Leleng, dalam tiga tahun terakhir sering terserang ham kutu loncat, atau kolopis. Namun sampai saat ini, belum ditemukan solusi penanganannya.
Hal ini disampaikan Mikael Bio, dan Fransiskus Midin, kepada Pos Kupang.Com, Senin (9/7/2012). Keduanya juga menyesalkan kehadiran tenaga PPL di desa, yang tidak mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat petani mengenai masalah yang dihadapi petani mente, seperti adanya hama kutu loncat (kolopis), yang menyerang bunga dan daun mente, sehingga menyebabkan bunga mente gugur dan hasil panen menjadi menurun.
"Kami juga tidak tahu kalau ada tenaga PPL disini. Sebab PPL nya tidak pernah memberikan sosialisasi atau penyuluhan pertanian kepada kami, sehingga kalau ada hama ya kami usahakan cari obat sendiri kalau ada uang untuk beli obat. Kalau tidak ya, kami biarkan saja begitu, sambil berharap masih ada hasilnya, untuk kami panen dan jual, guna mendapatkan sedikit uang untuk memenuhi kebuthuan hidup kami sehari-hari," lanjut Mikael dan Fransiskus.
Selain masalah penurunan hasil panen karena hama, juga disebabkan oleh adanya angin kencang yang terjadi di dataran Indrong, saat mente sedang berbunga seperti saat ini. Karenanya, bunga mente kemudian gugur dan tidak menghasilkan buah bagi masyarakat.
"Ini juga pengaruh ada angin saat musim berbunga. Apalagi angin laut, yang mengandung air laut, sehingga khusus untuk mente yang berada di dekat pantai, pasti hasilnya tidak maksimal, karena pengaruh angin laut, yang mengandung air laut sangat berpengaruh kepada bunga mente," tutur Fransiskus.
Keluhan yang sama juga diuraikan petani mente dari Desa Nampar Macing, Bonefasius Juni (40), kepada Pos Kupang.Com, Senin (9/7/2012). Dijelaskannya, masalah ini sudah dihadapi petani mente dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Namun tidak ada tanda-tanda penyelesaian atau solusi dari tenaga PPL di desa. Bahkan, tenaga PPL yang ada, lebih cenderung menjauh dari kehidupan masyarakat," urainya