Kibuli Pelaku, Gadis 13 Tahun Lolos dari Perkosaan
Pos Kupang - Senin, 9 Juli 2012 | 17:05 WITA

Net
Ilustrasi
Berita Terkait
- Om-om Suka Layanan Plus
- Saya Diperkosa Majikan dan Anaknya
- Duh! Janda Satu Anak Diperkosa Tukang Ojek Di Pinggir…
- Siswi SMA itu Kemungkinan Dihipnotis dan Dibawa Kabur
- Ssttt . Pria Beristri Bawa Lari Siswi Peserta UN
- Sekolah Minta Korban Pencabulan Guru untuk Tutup Mulut
- Biadab, Guru Matematika Cabuli Murid
- Guru Matematika Cabuli Siswi Bermodus Les Tambahan
- Astaga! IRT ini Diperkosa dan Foto Bugilnya Disebar
- Polisi Perpanjang Tahanan Tersangka Pemerkosaan
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Mawar (13/ nama samaran) nyaris menjadi korban cabul pemuda tak bertanggung jawab, Sabtu (7/7/2012) dini hari. Gadis asal Kefamenanu ini lolos setelah berhasil memperdayai pelaku.
Kasus ini bermuda ketika Mawar yang menumpang bus umum baru saja tiba dari Kefamenanu. Ia bermaksud mengunjungi keluarganya di Kupang yang tinggal di Kelurahan Air Nona- Kupang.
Sampai di Air Nona sekitar pukul 01.00 dini hari Sabtu (7/7/2012). Karena ruas jalan menuju rumah keluarganya sedang digunakan untuk acara pesta, bus yang ditumpanginya saat itu tidak bisa menghantarnya hingga rumah keluarhanya, sehingga Mawarpun terpaksa turun di ruas lokasi yang jauh dari kediaman keluarganya tersebut.
Tidak lama berselang, VDD (29) seorang pemuda dari sekitar daerah itu datang dan menawarkan bantuan jasa untuk mengahantar Mawar.
Mawar pun mengiyakan tawaran tersebut, lalu langsung tancap gas. Apes bagi Mawar, bukannya ke rumah keluarga tetapi malah dia dibawah ke lokasi pemakaman umum Kapadala.
Pelaku lalu memaksa Mawar untuk "main" di pemakaman seperti layaknya hubungan suami isteri.
Di lokasi pemakaman itu, Mawar dicekik lehernya dan HP nya dirampas lalu pelaku minta "main". Korban sempat melakukan perlawanan. Mawar kemudian pura-pura melayani permintaan pelaku untuk "main" asalkan lokasinya harus pindah.
Dengan alasan yang sengaja dibuat-buat oleh Mawar, bahwa dirinya takut "bermain" di lokasi pemakaman. Sehingga kepada pelaku, Mawar minta untuk "main" di sekitar Jembatan Mapoli. Pelaku pun akhirnya mengikuti saran dari Mawar.
Kembali dia tancap gas agar cepat-cepat tiba di lokasi "permainan" sesuai yang disarankan. Dalam perjalanan, Mawar sengaja menjatuhkan kaca matanya. Lalu memberitahu pelaku agar sepeda motor yang mereka kendarai dihentikan untuk mengambil kaca mata yang jatuh.
Pelaku pun menghentikan laju sepeda motornya. Selanjutnya Mawar turun perlahan, tetapi kemudian mengambil langkah seribu, lari dan kabur menuju rumah keluarganya.
Sesampai di rumah keluarganya, dia memberitahu anggota keluarga tentang kejadian itu. Sekitar pukul 05.30 tadi pagi Hari Sabtu besoknya, anggota keluarganya datang lapor. Setelah mendapat laporan, tim buser dan anggota Samapta, langsung menjemput pelaku. (ser)
Kasus ini bermuda ketika Mawar yang menumpang bus umum baru saja tiba dari Kefamenanu. Ia bermaksud mengunjungi keluarganya di Kupang yang tinggal di Kelurahan Air Nona- Kupang.
Sampai di Air Nona sekitar pukul 01.00 dini hari Sabtu (7/7/2012). Karena ruas jalan menuju rumah keluarganya sedang digunakan untuk acara pesta, bus yang ditumpanginya saat itu tidak bisa menghantarnya hingga rumah keluarhanya, sehingga Mawarpun terpaksa turun di ruas lokasi yang jauh dari kediaman keluarganya tersebut.
Tidak lama berselang, VDD (29) seorang pemuda dari sekitar daerah itu datang dan menawarkan bantuan jasa untuk mengahantar Mawar.
Mawar pun mengiyakan tawaran tersebut, lalu langsung tancap gas. Apes bagi Mawar, bukannya ke rumah keluarga tetapi malah dia dibawah ke lokasi pemakaman umum Kapadala.
Pelaku lalu memaksa Mawar untuk "main" di pemakaman seperti layaknya hubungan suami isteri.
Di lokasi pemakaman itu, Mawar dicekik lehernya dan HP nya dirampas lalu pelaku minta "main". Korban sempat melakukan perlawanan. Mawar kemudian pura-pura melayani permintaan pelaku untuk "main" asalkan lokasinya harus pindah.
Dengan alasan yang sengaja dibuat-buat oleh Mawar, bahwa dirinya takut "bermain" di lokasi pemakaman. Sehingga kepada pelaku, Mawar minta untuk "main" di sekitar Jembatan Mapoli. Pelaku pun akhirnya mengikuti saran dari Mawar.
Kembali dia tancap gas agar cepat-cepat tiba di lokasi "permainan" sesuai yang disarankan. Dalam perjalanan, Mawar sengaja menjatuhkan kaca matanya. Lalu memberitahu pelaku agar sepeda motor yang mereka kendarai dihentikan untuk mengambil kaca mata yang jatuh.
Pelaku pun menghentikan laju sepeda motornya. Selanjutnya Mawar turun perlahan, tetapi kemudian mengambil langkah seribu, lari dan kabur menuju rumah keluarganya.
Sesampai di rumah keluarganya, dia memberitahu anggota keluarga tentang kejadian itu. Sekitar pukul 05.30 tadi pagi Hari Sabtu besoknya, anggota keluarganya datang lapor. Setelah mendapat laporan, tim buser dan anggota Samapta, langsung menjemput pelaku. (ser)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang