Presiden SBY: Sumba Punya Potensi Peternakan
Pos Kupang - Kamis, 5 Juli 2012 | 11:14 WITA

PANTAU--Presiden Susilo Bambang Yodoyono bersama robongan saat memantau padang penggembalaan ternak di Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Gambar diambil Rabu (4/7/2012)
Berita Terkait
- Presiden SBY Kagumi Sawah Lembor
- Presiden SBY: Sail Komodo, Saya Langsung ke Labuan…
- Ayam Jantan Putih Simbol Ketulusan Orang Manggarai
- 7 Uskup dan Lautan Manusia Sambut Presiden SBY di…
- 41,75 Miliar untuk Peternakan NTT
- Rabu 4 Juli, Presiden SBY Melihat Peternakan di Sumtim
- Mega, Ical, dan Prabowo, Calon Terkuat Pemilu 2014
- Lu-Olo vs Taur Matan Ruak di Putaran Kedua
POS KUPANG.COM, WAINGAPU -- Presiden Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Pulau Sumba memiliki potensi di bidang peternakan sapi. Ini menjadi modal kerja sama antara Indonesia dan Australia di bidang pengembangan peternakan sapi.
Presiden menyampaikan hal itu dalam sambutannya di Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (4/7/2012). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kerja ke Sumba Timur setelah kembali dari Australia, Rabu kemarin.
"Saudara - saudara, benar saya baru kembali dari Australia. Saya ajak empat gubernur, yaitu Gubernur Papua Barat, Nusa Tengara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali. Kita ingin kerja sama di kawasan ini makin kuat. Kalau kita bicara kerja sama dengan Australia, maka wajib hukumnya untuk propinsi - propinsi di Indonesia Timur dilibatkan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Presiden SBY mengatakan, selama dua hari melakukan kunjungan ke Darwin, Australia Utara, pemerintah Indonesia telah membangun kerja kerja sama dengan Australia.
Salah satu kesepakatan yang dicapai dalam diplomasi pemerintah dengan negara tersebut di sektor pengembangan ternak. "Antara Autralia dengan propinsi - propinsi di bagian Timur Indonesia," kata Presiden SBY.
Khusus untuk kerja sama di bidang pengembangan peternakan sapi, lanjut Presiden SBY, NTT memiliki potensi, yakni di Pulau Sumba. Kebutuhan daging sapi akan meningkat tajam di tahun- tahun mendatang.
Sementara Indonesia, kata Presiden SBY, membeli hampir 43 persen sapi yang diekspor oleh Australia. Hal ini yang menjadi alasan mengapa pihak pemerintah memiliki ide untuk menjalin kerja sama di bidang peternakan dengan Australia. "Terutama di propinsi - propinsi yang memeiliki potensi bidang peternakan sapi," ujarnya.
Presiden SBY mengatakan, setelah mendengar penjelasan dari pemerintah Indonesia akhirnya Australia sepakat untuk menjalin kerja sama di bidang peternakan dengan Indonesia.
"Kalau kita hanya membeli dari luar, maka hanya akan menguntungkan pihak penjual atau negara yang mengekspor daging sapi tersebut. Kita juga akan membeli dari luar, tapi dengan pengembangan bidang peternakan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi rakyat," kata Preaiden SBY.
Presiden berharap, apabila ada ada pihak investor yang ingin melakukan investasi di bidang peternakan di NTT, harus dipastikan agar tidak ada persoalan sengketa tanah.
Pasalnya, demikian Presiden SBY, pihak investor akan menarik diri dan tidak mau berinvestasi lagi serta akan membawa dampak dan kesan yang kurang bagi.
"Jangan sudah bawa anggaran sekian triliun rupiah untuk investasi, tapi tidak direalisasikan karena sengketa kepemilikan tanah," tandas Presiden SBY. (jet)
Presiden menyampaikan hal itu dalam sambutannya di Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (4/7/2012). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kerja ke Sumba Timur setelah kembali dari Australia, Rabu kemarin.
"Saudara - saudara, benar saya baru kembali dari Australia. Saya ajak empat gubernur, yaitu Gubernur Papua Barat, Nusa Tengara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali. Kita ingin kerja sama di kawasan ini makin kuat. Kalau kita bicara kerja sama dengan Australia, maka wajib hukumnya untuk propinsi - propinsi di Indonesia Timur dilibatkan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Presiden SBY mengatakan, selama dua hari melakukan kunjungan ke Darwin, Australia Utara, pemerintah Indonesia telah membangun kerja kerja sama dengan Australia.
Salah satu kesepakatan yang dicapai dalam diplomasi pemerintah dengan negara tersebut di sektor pengembangan ternak. "Antara Autralia dengan propinsi - propinsi di bagian Timur Indonesia," kata Presiden SBY.
Khusus untuk kerja sama di bidang pengembangan peternakan sapi, lanjut Presiden SBY, NTT memiliki potensi, yakni di Pulau Sumba. Kebutuhan daging sapi akan meningkat tajam di tahun- tahun mendatang.
Sementara Indonesia, kata Presiden SBY, membeli hampir 43 persen sapi yang diekspor oleh Australia. Hal ini yang menjadi alasan mengapa pihak pemerintah memiliki ide untuk menjalin kerja sama di bidang peternakan dengan Australia. "Terutama di propinsi - propinsi yang memeiliki potensi bidang peternakan sapi," ujarnya.
Presiden SBY mengatakan, setelah mendengar penjelasan dari pemerintah Indonesia akhirnya Australia sepakat untuk menjalin kerja sama di bidang peternakan dengan Indonesia.
"Kalau kita hanya membeli dari luar, maka hanya akan menguntungkan pihak penjual atau negara yang mengekspor daging sapi tersebut. Kita juga akan membeli dari luar, tapi dengan pengembangan bidang peternakan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi rakyat," kata Preaiden SBY.
Presiden berharap, apabila ada ada pihak investor yang ingin melakukan investasi di bidang peternakan di NTT, harus dipastikan agar tidak ada persoalan sengketa tanah.
Pasalnya, demikian Presiden SBY, pihak investor akan menarik diri dan tidak mau berinvestasi lagi serta akan membawa dampak dan kesan yang kurang bagi.
"Jangan sudah bawa anggaran sekian triliun rupiah untuk investasi, tapi tidak direalisasikan karena sengketa kepemilikan tanah," tandas Presiden SBY. (jet)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang