Pos Kupang
Amalberty CH Depa Tampil Ramah
Pos Kupang - Kamis, 5 Juli 2012 | 11:39 WITA
Share |
Amalberty-CH-Depa.jpg
POS KUPANG/IUS
Amalberty CH Depa
Berita Terkait
POS KUPANG.COM --  Setiap  hari  berhadapan dengan beragam karakter nasabah, telah mengantar Amalberty CH Depa, menjadi pribadi yang semakin lugas, ramah, sopan, lembut dan murah senyum. Bertugas di bagian teller atau kasir bank menuntut lebih performance.

Teller merupakan pintu pertama ketika nasabah  atau masyarakat berhubungan dengan  bank atau lembaga keuangan lainnya.

Bagi nasabah   BNI 46  Ruteng, wajah perempuan mudah ini tak terlalu asing.   Berty,  begitu Amalberty CH Depa disapai, merupakan salah satu teller  yang sering memberi pelayanan di  lembaga keuangan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi  di Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai.

Dilahirkan dari pasangan Bertolomeus  Depa dan Maria Mbadi, sejak kanak-kanak Berty tak punya mimpi  suatu kelak bekerja di  bank. Selepas pendidikan  bangku sekolah menengah atas  di SMAK Suryadikara Ende tahun 2004, sulung dari empat bersaudara yang semuanya perempuan melanjutkan studi  hubungan internasional (HI) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Tentu saja, mata  kuliah di lembaga pendidikan tinggi yang digelutinya cukup jauh dari profesi ditekuninya sekarang.  Selepas pendidikan sarjana di universitas itu, Berty  pilih pulang kampung mencoba peruntungan  di tanah kelahirannya  Kota Ende.

"Tahun 2010, dibuka formasi penerima karyawan BNI 46 di Ende, saya mengirim lamaran memilih menjadi teller.  Saya  suka pekerjaan ini, dan saya ditempatkan di Ruteng," ujar Berty, kepada Pos Kupang di ruang Kepala BNI 46  Ruteng, Selasa (3/7/2012).

Wanita asal Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende itu  terus terang ketika pertama kali di suatu pagi menerima nasabah  yang melakukan transaksi di bank itu. Grogi, kikuk dan canggung, meski harus tetap mampu menguasai diri.

Waktu dua tahun  dijalani rutin setiap hari ikut pula mengembleng Berty menjadi teller  senior dari  lima teller lain di   bank  yang dipimpin Rudy Kurniawan, S.Sos. Karena status itu pula, Berty  mulai bisa membagi ilmu, pengalaman dan motivasi teller lain yang datang kemudian.

Berty mengaku menjadi teller penuh tantangan. Butuh kecermatan dan ketelitian ketika  berhadapan dengan nasabah yang hendak melakukan transaksi keuangan.
Tugas utama teller melayani transaksi uang tunai kepada nasabah, penerimaan surat perintah pencairan dana (SP2D) dari KPN, penarikan setoran dan transfer. Juga pembayaran rekening listrik dan telpon.

"Saya biasanya hitung ulang supaya tidak kurang atau lebih," ujar Berty yang mengaku punya hobi travelling alias jalan-jalan.

Dia bersyukur selama menjalani tugas  di bagian itu tak pernah diklaim. Pimpinan bank tersebut, Rudy Kurniawan menambahkan, "Kuncinya memulai dengan doa kepada Tuhan supaya melancarkan pekerjaan. Pasti sukses setiap hari. Berhadapan dengan karakter nasabah yang 'berulah', sudah dialami  Berty.Kuncinya selalu memberi pengertian kepada nasabah  mengikuti tatakrama yang berlaku. Dalam hati tentu juga marah, tapi dikasih pengertian, mereka  pahami dan menerimanya."

Berty mengatakan, berusaha selalu tampil sopan, ramah dan selalu senyum kepada nasabah menjadi ciri teller. Itu pula  selama ini dilakukan oleh Berty dan teller lainnya di BNI Ruteng."Kadangkala kami juga mungkin punya soal pribadi dalam hati, sehingga kurang mood, tetapi harus tetap ramah dan senyum  kepada nasabah," ujar Berty.

Tercurah seluruh waktu mengejar karier, Berty mengaku  usia yang masih mudah dicurahkan untuk pekerjaan. Belum punya jodoh tetap, juga belum terlintas dalam benaknya menikah dalam waktu dekat. "Fokus saya masih pada pekerjaan," kata Berty. (ius)  

Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang