Selasa, 9 Juni 2026

41,75 Miliar untuk Peternakan NTT

Mentan mengatakan, NTT merupakan salah satu produsen sapi potong di Indonesia.

Tayang:
Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, WAINGAPU - Upaya  mempercepat pembangunan dan pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menyerahkan bantuan Rp 41,75 miliar kepada Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, di Desa Maubokul, Kecmatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (4/7/2012). Bantuan itu diserahkan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Siswono, di lokasi tersebut.

Mentan mengatakan, NTT merupakan salah satu produsen sapi potong di Indonesia. Pemerintan pusat melalui Kementerain Pertanian akan mendukung tekad pemerintah untuk menjadikan NTT sebagai propinsi ternak dengan paradigma Anggur Merah.

"Daerah ini adalah pusat pengembangan genetik sapi ongol Sumba yang merupakan salah satu plasma nufa Indonesia yang harus dilindungi," kata Siswono.

Ia menjelaskan, sebagai salah salah satu pusat pengembangan sumber daya genetik sapi sapi  ongol, populasi ternak di Pulau Sumba harus dijaga agar tidak menurun.
Selain itu, Sumba memiliki iklim yang hampir sama dengan Australia Utara atau Darwin sebagai negara penghasil sapi potong di dunia.

"Salah satu point ketika di Australia adalah membicarakan kerja sama di bidang peternakan. Sumba memiliki iklim yang hampir sama dengan Australia dan cocok untuk pengembangan ternak," ujarnya.

Siswono mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian akan mendukung dan memfasilitasi upaya pengembangan ternak di Sumba.

Hal ini akan dilakukan dengan cara penyediaan dana dan pembuatan inseminasi buatan. Pasalnya, Sumba akan menjadi tempat seleksi dan penelitian ternak. "Alokasi anggaran sebagai dukungan pemerintah pusat melalui kementerian dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan di daerah ini," katanya.

Siswono menjelaskan, langkah konkrit yang telah dilakukan oleh pusat melalui alokasi anggaran senilai Rp 447,3 miliar untuk sektor pertanian dan peternakan di NTT.
Dana yang dialokasi bagi NTT itu melalui APBN yang terdiri dari dana pembantuan dan dekonsentrasi senilai Rp 102,1 miliar untuk sektor peternakan di Sumba Timur.

Dana yang dialokasi, demikian Siswono,  bertujuan untuk pembelian 850 ekor pejantan pemacek senilai Rp 9,2 miliar. Selain itu, dana sebesar Rp 17,2 miliar bagi 72 kelompok peternak yang mempunyai sapi atau kerbau bunting, 39 kelompok penyelamatan sapi atau kerbau produktif yang akan dipotong senilai Rp 11,8 miliar.

"Dan 12 kelompok peternak bantuan sosial sarjana mendidik dan membangun desa senilai Rp 3,2 miliar serta Rp 355 juta bagi tiga kelompok bantuan social lembaga mengakar di masyarakat," papar Siswono. (jet)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved