Thank's Poland-Ukraine
Pos Kupang - Senin, 2 Juli 2012 | 22:03 WITA

AFPPara pendukung spanyol merayakan kemenangan
POS KUPANG, KIEV -- Di atas karpet berwarna biru yang dibentangkan di lapangan Olympic Staidum, Kiev, Ukraina, Senin (2/7/2012), ratusan penari yang didominasi anak-anak kecil membentuk sebuah koreografi seorang pria menendang bola.
Bentuk koreografi kemudian berubah lagi menjadi lambang cinta dengan variasi bunga bakung berwarna putih-kuning. Oceana mengiringi gerak indah tarian tersebut dengan lantunan Endless Summer.
Pemandangan indah itu langsung mendapat tepuk tangan meriah dari 65 ribu penonton yang memenuhi stadion terbesar di ibu kota Ukraina tersebut. Suasana makin haru biru tatkala pembaca acara mengucapkan terima kasih pada seluruh suporter yang telah mewarnai 'kehidupan' Polandia-Ukraina.
Semua seremoni indah tersebut menjadi awal dari akhir gelaran Euro 2012. Berakhir setelah Kapten Spanyol, Iker Casillas, mengangkat trofi penanda status tim terbaik di benua Biru untuk edisi 2012.
Puluhan ribu fans Matador, baik di dalam stadion maupun di luar arena, berteriak. Gemuruh suara mereka bercampur dengan rasa sedih yang sempat bergelayut di rona wajah tifosi Italia. Namun semuanya seketika berbaur, menjadi sebuah pengalaman luar biasa. Mereka akhirnya bersatu dalam naungan dunia sepak bola.
"Viva Espana", begitu teriakan yang paling sering terdengar dari para suporter Spanyol tersebut. Spanyol memang superior. Terlepas dari euforia tersebut, fans Matador dan tifosi Italia mengucapkan terima kasih kepada Polandia dan Ukraina yang telah sukses menjadi tuan rumah Euro 2012.
"Polandia-Ukraina adalah tempat yang sangat nyaman, kami sangat senang berkunjung di dua negara ini. Sejak berada di Gdansk, Warsawa dan kini di Kiev, kami merasakan hangatnya cinta dari mereka. Kami takkan melupakan semua ini, " kata Manuel, seorang suporter Spanyol.
Secara khusus ucapan "Thansk Poland And Ukraine" juga diucapkan UEFA dengan membentangkan spanduk besar di Olympic Stadium. Spanduk tersebut sebagai bentuk apresiasi UEFA terhadap kerja keras dua negara Eropa Timur itu menggelar hajatan akbar sepak bola Eropa.(trbunnews)
Bentuk koreografi kemudian berubah lagi menjadi lambang cinta dengan variasi bunga bakung berwarna putih-kuning. Oceana mengiringi gerak indah tarian tersebut dengan lantunan Endless Summer.
Pemandangan indah itu langsung mendapat tepuk tangan meriah dari 65 ribu penonton yang memenuhi stadion terbesar di ibu kota Ukraina tersebut. Suasana makin haru biru tatkala pembaca acara mengucapkan terima kasih pada seluruh suporter yang telah mewarnai 'kehidupan' Polandia-Ukraina.
Semua seremoni indah tersebut menjadi awal dari akhir gelaran Euro 2012. Berakhir setelah Kapten Spanyol, Iker Casillas, mengangkat trofi penanda status tim terbaik di benua Biru untuk edisi 2012.
Puluhan ribu fans Matador, baik di dalam stadion maupun di luar arena, berteriak. Gemuruh suara mereka bercampur dengan rasa sedih yang sempat bergelayut di rona wajah tifosi Italia. Namun semuanya seketika berbaur, menjadi sebuah pengalaman luar biasa. Mereka akhirnya bersatu dalam naungan dunia sepak bola.
"Viva Espana", begitu teriakan yang paling sering terdengar dari para suporter Spanyol tersebut. Spanyol memang superior. Terlepas dari euforia tersebut, fans Matador dan tifosi Italia mengucapkan terima kasih kepada Polandia dan Ukraina yang telah sukses menjadi tuan rumah Euro 2012.
"Polandia-Ukraina adalah tempat yang sangat nyaman, kami sangat senang berkunjung di dua negara ini. Sejak berada di Gdansk, Warsawa dan kini di Kiev, kami merasakan hangatnya cinta dari mereka. Kami takkan melupakan semua ini, " kata Manuel, seorang suporter Spanyol.
Secara khusus ucapan "Thansk Poland And Ukraine" juga diucapkan UEFA dengan membentangkan spanduk besar di Olympic Stadium. Spanduk tersebut sebagai bentuk apresiasi UEFA terhadap kerja keras dua negara Eropa Timur itu menggelar hajatan akbar sepak bola Eropa.(trbunnews)
Editor : alfred_dama
Sumber : Tribunnews