Pos Kupang
Spanyol Juara Euro 2012: Merobek Tirai Kemustahilan
Pos Kupang - Senin, 2 Juli 2012 | 21:21 WITA
Share |
Timnas-Spanyol.jpg
NetTimnas Spanyol rayakan kemenangan Juara Euro 2012

POS KUPANG.COM --  Merebut gelar ketiga dalam tiga turnamen besar terakhir menjadi hal yang mustahil untuk terlaksana. Karena itu, tak pernah terlintas oleh Vicente Del Bosque, anak asuhnya untuk secara mudah bisa memamerkan tropi Piala Eropa 2012.

Tapi tirai kemustahilan itu kini tersibak. La Furia Roja secara perkasa menjadi jawara sepakbola Eropa bahkan dunia secara beruntun.

"Menjuarai tiga gelar hampir mustahil. Selamat kepada para pemain. Saya sangat ingin menjadi pelatih yang mendidik, bukan pelatih yang menang. Saya ingin tetap menyiapkan mereka untuk masa depan," ujar Del Bosque.

Del Bosque boleh saja merendah atas kesuksesannya itu. Namun fakta sejarah mencatatkan ia, secara pribadi, menjadi pelatih penuh prestasi emas. Vicente del Bosque kini menjadi orang kedua yang mampu membawa timnya menjuarai Piala Dunia dan Piala Eropa. Orang pertama yang meraih prestasi ini adalah pelatih Jerman, Helmut Schoen.

Setelah mengganti posisi Luis Aragones sebagai pelatih Spanyol, Del Bosque sukses membawa timnya menjuarai Piala Dunia 2010. Dia kemudian melengkapi prestasinya dengan menjuarai Piala Eropa 2012, setelah di final mengalahkan Italia 4-0. Adapun Schoen membawa Jerman Barat (sekarang Jerman) menjuarai Piala Eropa 1972. Dua tahun kemudian, dia membawa Jerman juara Piala Dunia 1974.

Tirai kemustahilan adalah bagaimana Timnas Spanyol secara kolektif mampu mengangkat moral bangsa mereka dari frustasi akibat krisis keuangan hebat yang tengah mendera. Lewat tarian tiki-taka, Timnas Spanyol mengajak bangsa itu sejenak melupakan problema dan berdansa atas kemenangan ini.

Spanyol berada dalam krisis keuangan. Bahkan, kondisinya sudah mengkhawatirkan dan bisa berimbas ke mana-mana. Tetapi, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari, tak ada kesedihan di seluruh negeri. Yang ada justru ledakan sukacita yang menggetarkan seluruh saraf kebahagiaan di setiap sudut.

Kemenangan Spanyol 4-0 atas Italia pada final Piala Eropa 2012 di Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina, itu seolah mengubah keadaan negara dari rasa cemas dan kesedihan menjadi kegembiraan dan kemenangan. Untuk ketiga kalinya, Spanyol menjuarai Piala Eropa.

Warna merah dan kuning menjadi dominan di setiap sisi negeri. Raungan mobil dan sepeda motor berbaur dengan teriakan sukacita, juga tangisan haru seluruh rakyat.

Di Stadion Santiago bernabeu, Madrid, Spanyol, puluhan puluhan ribu rakyat bergembira. Setelah dalam degup tegang menyaksikan pertandingan lewat layar raksasa, mereka akhirnya bisa lega dalam sukacita.

Di seluruh kota di Spanyol, kegembiraan juga pecah. Tak peduli umur atau gender, semua orang ingin keluar merayakan kejayaan ini.

"Hari ini, seluruh negeri bersatu sebagai satu Spanyol dan setiap orang berada di Euro (Piala Eropa). Soal krisis? Tak seorang pun memikirkan krisis saat ini," kata seorang mahasiswa bisnis, Miguel Revert, di sebuah pusat olahraga Madrid.

Dari perjalanan Spanyol, mungkin kita bisa belajar, prestasi olahraga juga bisa memberi sumbangsih atas naiknya rasa kebangsaan. Tak ada badai yang tak berakhir, tak ada yang mustahil untuk diraih. Viva, La Furia Roja! (OLN/KOMPAS)

Editor : alfred_dama
Sumber : Tribunnews