Pilkada Kota Kupang
Ciuman Akhiri Rivalitas Jonas-Jefri
Rivalitas antara Jonas Salean dan Jefri Riwu Kore selama proses pemilu kada Kota Kupang putaran pertama dan kedua berakhir
Adalah Jonas Salean yang mendaratkan 'Ciuman Sabu' ke pipi Jefri Riwu Kore sebagai tanda persaudaraan. Mengharukan.
"Kita akan membangun Kota Kupang bersama-sama sesuai tugas masing-masing. Tuhan sudah menunjuk Pak Jonas untuk memimpin Kota Kupang lima tahun ke depan. Kami juga akan berjuang untuk mengentaskan kemiskinan sesuai tugas yang diemban di DPR. Kita tetap membangun kebersamaan dalam Tuhan. Dalam sebuah pertandingan kalah-menang itu biasa. Namun intinya kita punya ide yang sama untuk membangun Kota Kupang," kata Jefri saat diberi kesempatan pertama mengungkapkan isi hatinya sebelum bertolak ke Jakarta untuk selanjutnya berlibur ke Hongkong.
Sementara Jonas Salean menegaskan, dirinya dan Pak Jefri sama-sama berjiwa muda. "Pertemuan ini menunjukkan sportivitas yang tinggi dan kami dua bersaudara. Pertandingan sudah selesai. Ke depan kita tetap sama-sama dengan Pak Jefri, juga dengan calon lainnya untuk menyumbangkan pikiran demi membangun masyarakat Kota Kupang ke arah lebih baik," tutur Jonas.
Jonas menyebut Jefri Riwu Kore dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi XDPR RI punya talenta untuk membangun Kota Kupang, terutama di bidang pendidikan.
"Selesai pesta demokrasi (politik), kalah menang kita dua tetap berangkulan dan tetap bersaudara. Istri Pak Jefri dan saya masih ada hubungan keluarga sehingga setelah pemilu kada kita kembali berangkulan satu sama lain untuk menata kehidupan dan masa depan masyarakat Kota Kupang. Tim sukses Pak Jefri jangan ragu-ragu kalau sebelumnya kita berbeda politik dalam memberikan dukungan, itu hal biasa. Tidak ada dendam. Politik kita berbeda namun persaudaraan dan kekeluargaan tidak bisa dipisahkan hanya karena politik. Saya akan menjadi walikota untuk seluruh rakyat dan kita tetap menjaga kebersamaan," tegas Jonas.
Tentang program kerja 100 hari pertama setelah dilantik 1 Agustus nanti, Jonas mengatakan, dirinya tidak punya pola/metode kerja seperti itu. "Pertama kita tentu harus konsolidasi ke dalam. Tentang isu sudah ada kabinet bayangan itu tidak benar. Ada mekanisme dan aturan main. Sebelum pemilu kada pun orang isukan Pak Jefri dan Jonas sudah siapkan kabinet bayangan. Ternyata itu semua cuma isu," tambahnya. (fen)