Selasa, 9 Juni 2026

Saya Dengar Suara Ribut

LINDA mengisahkan, pada Minggu sekitar pukul 20.00 Wita, terdengar ada keributan di hotel itu.

Tayang:
zoom-inlihat foto Saya Dengar Suara Ribut
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Desi Linda Kalelena, anak pemilik KLI, Kupang
POS-KUPANG.COM, KUPANG --- LINDA Kalelena mengisahkan, pada Minggu sekitar pukul 20.00 Wita, terdengar ada keributan di hotel itu.

"Dari dalam kamar, saya dengar suara ribut. Kaca pecah. Saat saya lihat, ternyata kaca jendela sudah pecah," ujar salah seorang anak pemilik Hotel Kelapa Lima Indah,Kupang.

Saat itu, tuturnya, kakak perempuannya, Srikandi, mengatakan, Jefri buang HP dari bawah ke atas untuk diberikan kepada Srikandi.

"Tapi keterangan itu saya tidak percaya. Kalau buang HP masa kaca sampai pecah?" kata Linda yang kemudian sempat bertengkar dengan JF malam itu.

Ketika ia melaporkan kasus itu ke Provost Polda NTT, lanjut Linda, ia juga kesal. Sebab laporannya tidak ditangani serius oleh penyidik.

"Awalnya penyidik propam minta saya lapor ke reskrim lalu mereka beralasan sudah malam sehingga penyidik tidak ada. Ada alasan lagi, komputer rusak sehingga tidak bisa print. Sepertinya mereka tidak mau menindaklanjuti laporan masyarakat," kata Linda.

Setelah adu mulut, akhirnya Linda diambil keterangannya malam itu. Namun penyidik beralasan lagi, bahwa komputer rusak sehingga laporannya tidak bisa print.

"Saya diminta kembali lagi Senin pagi. Tapi tadi pagi mereka beralasan penyidik tidak ada sehingga disuruh kembali lagi besok, Selasa (hari ini, Red). Apakan seperti ini perlakuan polisi terhadap masyarakat pencari keadilan?" ujarnya kesal.

Ia mengatakan, meski kerusakan itu hanya kaca jendela, namun perilaku oknum polisi yang memecahkan kaca jendela itu tidak bisa dibenarkan.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved