FREN ‘Mesra’ di Kobelete
Diterpa berbagai isu perpecahan, duet Frans Lebu Raya-Esthon Foenay (FREN)
Sebelum melanjutkan perjalanan ke Desa Anggur Merah Ajobaki di Mollo Utara, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama rombongan didampingi Bupati TTS, Ir. Paulus VR Mella; Asisten III, Epy Tahun; Kepala Dinas PPO TTS, Aba Anie; Kepala Dinas PU, Ir. Semuel Nggebu; meninjau pembangunan GOR yang dikerjakan PT Waskita Karya dengan dana APBD II sebesar Rp 29 miiar. Frans Lebu Raya memberi apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat TTS terhadap pembangunan GOR berkapasitas 250 orang itu.
“Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, kamis terus mendorong daerah-daerah lain di NTT untuk mengembangkan berbagai cabang olahraga, termasuk membangun GOR,” katanya.
Menurut dia, kehadiran GOR tipe B di TTS sangat membantu masyarakat, selain sebagai sarana olahraga, juga disiapkan aula khusus untuk kegiatan sosial. “Ini sangat positif karena bisa dimanfaatkan untuk acara-acara lain seperti nikah, diskusi atau kegiatan sosial lainnya,” ujar Lebu Raya.
Esthon Foenay yang juga Ketua KONI NTT, menegaskan, salah satu gudang atlet NTT adalah di Kabupaten TTS sehingga kehadiran GOR sangat diperlukan. Menurutnya, untuk meningkatkan olahraga di NTT, pemerintah harus membangun kerja sama dengan Dinas PPO memanfaatkan guru-guru olahraga berprestasi dan berkualifikasi nasional maupun internasional sebagai pembina.
“TTS sebagai gudang atlet NTT yang selama ini berlatih secara alami bisa dibina secara profesional dengan memanfaatkan sarana yang ada. Saya berharap kehadiran GOR bisa menumbuhkembangkan prestasi olahraga di TTS,” tegasnya.