Pilkada Kota Kupang
Salam Sampaikan Program, Jeriko Tak Hadir
Bagi yang modal usahanya di bawah Rp 25 juta, kita berikan SITU secara gratis. Kita merangsang mereka untuk berusaha dengan baik.
Hal ini dikatakan paket pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Jonas Salean-Herman Man (SALAM) pada acara Mencari Pemimpin, Kesiapan Calon Walikota Melalui Pemilihan Putaran Kedua.
"Prinsipnya adalah profesional, jujur dan pandai. Menurunkan seorang
eselon dua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menduduki
jabatan juga ada syarat- syaratnya. Kami bekerja dengan hati dan dengan
otak," kata Herman Man
Acara tersebut disiarkan langsung oleh TVRI NTT, Sabtu (23/6/2012) pukul 18.30 Wita hingga 20.00 Wita. Sedangkan Paket Jeriko (Jefri Riwu Kore-Kristo Blasin) tidak menghadiri dialog yang diselenggaran oleh TVRI NTT tersebut.
Ada banyak hal yang didiskusikan, di antaranya janji paket SALAM untuk pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Kupang yang modalnya di bawah Rp 25 juta, bisa mengurus Surat Izin Tempat Usaha (SITU) gratis. Selain itu, regulasi atau aturan yang berkaitan dengan perizinan mendirikan usaha akan dipermudah.
"Bagi yang modal usahanya di bawah Rp 25 juta, kita berikan SITU secara gratis. Kita merangsang mereka untuk berusaha dengan baik. Lima tahun ke depan, para pedagang kaki lima (PKL) tidak perlu digusur. Tetapi, tidak boleh berjualan sampai ke tengah jalan. Kita tata dan siapkan tempat untuk mereka," kata Jonas Salean.
Jonas menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan salah satu pengusaha di Kota Kupang, David Kenen Budi, yang hadir saat dialog itu. "Banyak kelompok kecil yang kami latih dan bina selama ini tetapi seperti ada yang tidak nyambung ketika mereka mau berusaha. Perlu ada regulasi yang lebih ringan dan mudah untuk mereka," kata David.
Menjawab pertanyaan Drs. Jani Yosef, moderator acara itu tentang politik balas budi, Jonas mengatakan bahwa balas jasa yang akan diberikan kepada rakyat, dan bukan kepada orang-orang tertentu saja.
Jonas juga menyatakan, tidak akan ada jabatan yang dipercayakan kepada seseorang hanya karena faktor kedekatan.
Demikian juga disampaikan oleh calon wakilnya, Herman Man. Herman mengatakan, "Prinsipnya adalah profesional, jujur dan pandai. Menurunkan seorang eselon dua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menduduki jabatan juga ada syarat- syaratnya. Kami bekerja dengan hati dan dengan otak," kata Herman.
Saat Pos Kupang menanyakan tentang konsep dan komitmen untuk penataan jalur arus lalu lintas di Kota Kupang yang selama ini terkesan amburadul, pasangan ini menilai persoalan itu menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan.
"Penataan transportasi sangat penting. Masih banyak wilayah yang belum terjangkau. Sistem perparkiran juga akan diperhatikan. Kendaraan-kendaraan besar tidak boleh bongkar muat pada siang hari. Menurunkan penumpang juga begitu. Misalnya, kalau trayeknya dari Kupang ke BTN, jangan turunkan penumpang di tengah jalan. Karena itu menyiksa penumpang," kata Jonas.
Pengamat politik, Drs. Frans Kape, juga hadir pada kesempatan itu. Menurut dia, hal yang dikhawatirkan dalam pesta demokrasi di Kota Kupang adalah terjadinya politik uang.
"Masyarakat Kota Kupang sudah cukup arif dan cerdas untuk menerima informasi, sehingga tidak cepat terpancing provokasi yang datang. Berkaitan dengan pelanggaran, ada bentuk-bentuk pelanggaran yang dalam praktik mungkin selalu dilakukan. Misalnya, serangan fajar. Hal itu justru terjadi pada putaran pertama," kata Frans. (ser)