A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Sumur Bor Tak Keluarkan Air - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 16 April 2014
Pos Kupang

Sumur Bor Tak Keluarkan Air

Kamis, 21 Juni 2012 17:57 WITA
Sumur Bor Tak Keluarkan Air
POS KUPANG/ARIS NINU
PAH –– Bak Penampung Air Hujan (PAH) di Desa Langir, Kecamatan Kangae yang digunakan untuk menampung air oleh warga. Gambar diambil beberapa waktu lalu.
POS KUPANG.COM, MAUMERE—Masyarakat Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, yang terletak di pinggiran Kota Maumere, mengeluh kekurangan air. Sumur bor di desa itu tidak mengeluarkan setetes air pun. 

Sejak tahun 2002 hingga saat ini, warga masih membeli air untuk minum, mandi dan masak. Sehingga biaya hidup membengkak.  Pada tahun 2010 ada bantuan sumur bor P2AT dari pemerintah tapi habis bor air tidak pernah mengalir di daerah itu dan di pemukiman warga.

Akibatnya  krisis air bersih terus terjadi, dan warga kesulitan ekonomi, karena harus menyiapkan anggaran untuk membeli air.
“Tahun 2010 ada pengeboran sumur  di  beberapa titik dari P2AT tapi setelah bor airnya tidak mengalir sampai sekarang. Air bornya hanya keluar saat bor setelah itu tidak keluar lagi. Katanya ada masalah operasional. Jadi, bor habis air tidak ada masyarakat tunggu lalu bingung sendiri,” kata Kepala Desa (kades)  Langir, Ignatius Ping, kepada Pos Kupang  di Desa Langir, belum lama ini.

Ping mengatakan, masyarakat di desanya harus membuat bak penampung air hujan (PAH) dan pada musim kemarau warga harus membeli air tangki.
Mereka terpaksa membuat bak agar bisa nenampung air hujan dan air tangki yang dibeli setiap hari berkisar Rp 90 ribu-Rp 100 ribu untuk tangki ukuran 5 ribu liter.

“Kami memang kesulitan air bersih. Dampak dari kesulitan air bersih adalah kami tidak bisa tanam sayur dan ekonomi masyarakat susah. Kami semua petani dengan penghasilan Rp 250 ribu per-bulan tapi pengeluaran untuk membeli air melebihi pendapatan karena sebulan kami beli air dua sampai tiga kali dengan biaya Rp 300 ribu per-bulan,” kata Ping.

Dampak lain dari ketiadaan air bersih, paparnya, pemukiman warga gersang dan banyak orang jarang mandi serta mengalami penyakit kulit seperti gatal karena tidak mandi tapi urus ke kebun.

“Bahkan anak-anak kami mau ke sekolah tidak mandi. Mau mandi takut air habis dan dimarahi orangtua karena harus hemat air,” ujar Ping.

Ketua BPD Langir, Magdalena Rihi Tugu, kepada Pos Kupang di Desa Langir, mengaku, kesal. Ia kesal karena pengeluhan warga tentang air bersih belum ditangggapi. “Kami tinggal di daerah pinggiran Kota Maumere tapi air susah. Harusnya kami dilayani oleh PDAM. Masa kami beli air terus. Kasihan dari tahun ke tahun mengeluh air bersih,” kata Magdalena.

Pantauan Pos Kupang, di setiap rumah warga ada bak berisi air. Baknya sudah tua dan sudah berubah warna menjadi coklat dan kehitaman di bagian pinggir. Beberapa anak kecil tampak bermain tapi belum nampak bersih. Ibu-ibu di desa itu menenun.

Beberapa penenun yang ditemui mengatakan, mereka menenun untuk biaya anak sekolah dan membeli air untuk minum.

“Kami masih susah air. Kami tenun untuk biaya anak sekolah dan bisa beli air,” kata wanita yang sedang menenun di Dusun Baoloka, Desa Langir.
Editor: PosKupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
76208 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas