Rabu, 10 Juni 2026

Dina Yuni Puspitasari Adu Nasib di Timor

PANDAI bicara dan berkomunikasi. Itu modal utama bagi Briptu Dina Yuni Puspitasari sehingga anggota Polres Timor Tengah Selatan (TTS)

Tayang:
Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM -- PANDAI bicara dan berkomunikasi. Itu modal utama bagi Briptu Dina Yuni Puspitasari sehingga anggota Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Selatan (TTS) itu muda dikenal dan akrab dengan siapa saja. Putri bungsu dari empat bersaudara ini seharusnya lebih dekat dan menuruti keinginan orangtuanya. Tetapi tidak bagi pemilik rambu sebahu ini.

Ditemui di Polres TTS, Sabtu (16/6/2012), Dina, sapaan Dina Yuni Puspitasari, meninggalkan kedua orangtuanya di Lamongan, Jawa Timur, mengikuti saudaranya di TTS untuk  mencari kerja, menapaki masa depannya.

Sejak kecil, putri kelahiran Lamongan 23 Juni 1986 itu bercita-cita menjadi polisi wanita (polwan), namun tidak diizinkan orangtuanya. Orangtuanya beranggapan menjadi polwan  identik dengan kekerasan dan ditempatkan di daerah konflik.

Setelah menamatkan SMAN 1 Ngibang, Lamongan, tahun 2003, putri pasangan Sulihadi dan Siti Rahaju, ini ingin membuktikan bahwa menjadi polwan tidak seperti anggapan kedua orangtuanya.

Dina ingin membuktikan bahwa menjadi polwan itu bisa membuat keluarganya bangga dan ingin menghadapi tantangan sebagai seorang polwan. Dina meninggalkan kedua orangtuanya yang bermata pencaharian sebagai petani di Lamongan untuk mengadu nasib di tanah Timor.

Cita-cita Dina menjadi polwan akhirnya terwujud pada tahun 2005. Sebelum menjadi anggota polwan, Dina  bekerja pada dealer sepeda motor honda di NSS SoE  pada bagian administrasi. Pada  Desember 2005, Dina mengikuti tes polwan dan dinyatakan lulus. Pada Februari 2006, Dina  mengikuti pendidikan di Ciputat, Jakarta Selatan.

Selesai pendidikan, tutur Dina yang suka makan nasi pecel lele ini, baru memberitahukan kepada orangtuanya untuk menghadiri acara pengukuhannya sebagai polwan. Kedua orangtuanyapun tak bisa berbuat banyak, hanya bisa mendukung putri bungsu mereka.

Pada  Juli-Desember 2006, Dina menjalani magang di Polresta Kupang. Setelah itu kembali ke Polda NTT pada Bagian Pers. Lalu pada Februari 2007 dimutasikan ke Polres TTS sebagai Sespri Kapolres.

Satu tahun kemudian, yakni Februari 2008, dimutasikan sebagai anggota Unit PPA Polres TTS. Sebagai anggota PPA, Dina yang mengaku sudah punya calon pendamping ini, belajar banyak hal, terutama mengenai kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan lainnya terhadap perempuan dan anak. (mas)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved