Sherly Maryati Gaut Makin Percaya Diri
Wajahnya oval. Kulitnya kuning langsat, bersih. Lesung pipi dengan mahkota rambut lurus menambah pesona kecantikannya
Itulah Sherly Maryati Gaut. Gadis sulung dari tiga bersaudara yang dilahirkan 2 April 1988 ini memiliki bakat khusus di bidang seni tari. Bakat itu sudah kelihatan sejak di bangku SMPN I Ruteng.
Buah kasih bapak Paulus Gaut dan mama Elisabeth Lais ini selalu tampil pada event-event tertentu. Bakat itu sempat terpendam ketika masuk SMAN I Ruteng. Sebab, selama menempuh pendidikan di SMA bakat itu kurang diperhatikan. Kurang mendapat tempat untuk mengeksplornya.
Namun, setelah masuk bangku kuliah di Undana Kupang, gadis cantik yang mengaku sudah punya teman dekat ini mulai mengeksplor lagi bakatnya itu. Semula menjadi pelatih menari anak-anak taman budaya di Kupang. Anak binaannya itu keluar sebagai juara I dalam lomba tari budaya.
Prestasi itu memicu kesadaran dalam dirinya bahwa ia tidak hanya bisa menari tetapi bisa melatih menari dengan baik bagi anak-anak. Karena itu untuk mengasah bakat, kemampuan dan potensinya itu, guru SMK I Borong ini masuk sanggar budaya di Kupang. Di sanggar ini Sherly terus mengasah kemampuan menarinya.
Ditemui di sela-sela latihan kelompok menari sanggar SMK I Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Sabtu (16/6/2012), Sherly menceritakan, semasa di Kupang selalu tampil di pentas-pentas penting. Beberapa tahun menekuni seni tari membuat ia percaya diri. Dan ketika menjadi guru SMK I Borong, Sherly melatih anak-anak didiknya. Kelompok menari
binaannya sudah tampil beberapa kali entah di Borong dan pernah sekali di Labuan Bajo. "Selama ini dapat undangan dari dinas pariwisata untuk tampil. Siswa binaan saya selalu tampil prima," katanya.
Dia menjelaskan, menularkan ilmu menari bagi anak binaannya merupakan bagian dari ekspresi kemampuan kepada sesama. Apalagi ketika anak didik tampil prima akan memberi makna dan kepuasan tersendiri. Karena itu kelompok
menari binaan di SMK I Borong selalu ada jadwal untuk latihan secara rutin. Melatih anak-anak agar semakin terampil.
Dia mengatakan, melatih menjadi sarana untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan. Dan ketika anggota kelompok tari tampil bagus tidak hanya mengharumkan nama sekolah tetapi juga memberi bekal bagi siswa-siswinya. "Saya selalu berusaha mengimprovisasi gerakan-gerakan tari. Nuansa dari gerakan tari selalu dalam balutan budaya," katanya. (lyn)