Sekertaris PDIP NTT: Silakan Esthon Maju Sendiri
Kalau pak Esthon merasa elektabilitas tinggi silakan-silakan saja. Kami memiliki mekanisme di partai sendiri. Dan kalau pak Esthon
Demikian disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Nusa Tenggara Timur (DPD PDIP NTT), Nelson Matara saat dihubungi Pos Kupang, Jumat (15/6/2012).
Ia dimintai komentarnya terkait kesiapan Partai Gerindra mengusung Esthon Foenay sebagai calon gubernur NTT dalam suksesi 2013. Ketegasan Gerindra mengusung Esthon sebagai cagub lantaran elektabilitas atau tingkat kemungkinan terpilih akan tinggi bila 'cerai' dengan Fren.
Soal kader cadangan pengganti Esthon, Nelson mengatakan, PDIP NTT tidak mati harga pada Esthon. Kalau Esthon maju sendiri maka PDIP NTT memiliki alternatif penggantinya. Hanya saja Nelson masih merahasiakan siapa pengganti Esthon.
Disebut Andre Koreh (Kadis Pekerjaan Umum NTT, Red) yang menggantikan Esthon, Nelson tetap merahasiakan sosok yang akan menggantikan Esthon mendampingi Frans Lebu Raya.
Menyoal perhitungan skor elektabilitas Esthon yang berada diatas Frans Lebu Raya, Nelson malah mempertanyakan lembaga mana yang digunakan untuk mensurvei elektabilitas para balon gubernur. Baginya, survei tidak bisa dilakukan dengan model seperti itu.
Biasanya, lanjut Nelson, hasil survei malah menggunakan nilai prosentase bukan skor seperti yang dilakukan Partai Gerindra. Dengan demikian hasil yang disampaikan dianggap sebagai komentara yang tidak ilmiah.
Nelson mencontohkan hitungan jumlah skor yang dipaparkan Fary Francis tidak mencapai angka seratus persen. Ia mempertanyakan sisa prosentase lainnya dimana. Dengan demikian sisanya menunjukkan ketidaksukaan masyarakat NTT terhadap figur-figur yang diberikan nilai skor Partai Gerindra NTT.
Dengan paparan Partai Gerindra apakah PDIP NTT tetap mengusung Frans Lebu Raya sebagai calon gubernur pada pemilukada 2013, Nelson mengatakan, Frans Lebu Raya harga mati bagi PDIP. Apalagi jabatannya saat ini masih sebagai Gubernur NTT.
"Menurut undang-undang kan masih boleh. Dan seluruh kader dan pengurus menyatakan mendukung dan mengusung Frans Lebu Raya sebagai cagub lagi," ungkapnya.
Menurut Nelson berdasarkan hasil survei tahun 2011, Frans Lebu Raya memiliki tingkat elektabilitasnya paling tinggi daripada orang yang akan mencalonkan diri sebagai gubernur NTT. Dan justru hasil Partai Gerindra terbalik. Survei menunjukkan Ibrahim A Medah lebih tinggi dibandingkan dengan Esthon Foenay.
Menyoal klaim banyaknya suara untuk Fren di daratan Timor lantaran figur pak Esthon, Nelson membantahnya. Banyaknya suara itu lantaran perjuangan PDIP. "Waktu lalu kalau pak Frans Lebu raya dicalonkan dengan Nelson Matara pun pasti tetap akan menang," demikian Nelson. (aly)