PDAM Kupang Sehat, Ende Sakit
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang sejak tahun 2009 masuk kategori sehat,
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang sejak tahun 2009 masuk kategori sehat, walaupun ada sejumlah pelayanan masih kurang. Sementara PDAM Kabupaten Ende mengaku 'sakit' administrasi, sedangkan pelayanan kepada masyarakat tidak 'sakit' lagi.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Kupang, Johannis Silvester Ottemoesoe, dan Dirut PDAM Ende, Soedarsono, yang dihubungi terpisah, Senin (4/6/2012), ketika ditanya mengenai kondisi PDAM di dua daerah itu.
Johannis Silvester Ottemoesoe, mengatakan, meski masih ada sejumlah pelayanan yang kurang, namun sejak tahun 2009 hingga kini, PDAM Kupang sudah dikategorikan sebagai PDAM sehat dengan nilai skor naik setiap tahun. Untuk penilaian kinerja tahun buku 2010, PDAM Kupang mendapat nilai 67,51.
Sedangkan tahun buku 2011 yang masih sementara dinilai, dipastikan ada kenaikan. "Kami selalu melakukan perbaikan dan pembenahan intern dan eksternal, meski masih ada yang kurang di sana sini. Saya optimistis makin hari pelayanan PDAM kepada masyarakat makin baik dengan adanya berbagai perbaikan yang sedang kami lakukan saat ini," kata Johannis.
Aspek keuangan, demikian Johannis, pihaknya sudah mendongkrak penerimaan, pengembalian keuangan yang 'dikorup' karyawan saat melakukan sambungan liar. "Audit tahun 2010, PDAM Kabupaten Kupang mendapat laba Rp 2,9 miliar dan tahun 2011 sebesar Rp 3,9 miliar. Tahun 2012 saya optimistis ada kenaikan laba," kata Johannis.
Aspek operasional dengan meningkatkan pelayanan seperti pembayaran melalui sistem online, pembacaan meteran dengan alat, melakukan pemutusan sambungan liar/ tunggakan, menambah penyambungan baru juga mencari sumber mata air baru. Dan aspek administrasi, dengan cara pembenahan administrasi pelaporan, pembenahan pejabat struktural.
Johannis mengatakan, dari 142 PDAM yang sehat di seluruh Indonesia, PDAM Kabupaten Kupang salah satunya. "Kami adalah satu-satunya PDAM di wilayah Propinsi NTT yang kinerjanya paling sehat. Saya bantah kalau dibilang PDAM Kabupaten Kupang tidak sehat," ujarnya.
Menurut dia, jumlah pelanggan aktif PDAM Kabupaten Kupang di wilayah Kota Kupang saat ini sebanyak 26.554 pelanggan. Semua pelanggan dilayani dengan baik, meskipun ada beberapa pelanggan yang tidak dilayani air bersih setiap hari karena ketersediaan debit air baku yang kurang. Tetapi dalam seminggu pasti dua tau tiga kali dialiri air bersih.
"Sebenarnya musuh terbesar PDAM Kabupaten Kupang saat ini adalah BLUD Air Minum Propinsi NTT. Karena pembangunan jaringan perpipaan mereka lakukan tanpa koordinasi dengan pihak PDAM Kabupaten Kupang dan dilakukan asal-asalan. Saat ini ada sedikit masalah ketersediaan air baku saja," kata Johannis.
Sementara berbagai upaya pengembangan PDAM dan upaya pembenahan pelayanan lebih baik kepada pelanggan, kata Johannis, terus dilakukan mulai dari pembenahan jaringan perpipaan, sistem pembayaran rekening listrik menggunakan sistem online, dan mulai awal bulan Juni 2012 ini diterapkan sistem baca meteran air listrik baru yang lebih canggih.
"PDAM Kabupaten Kupang ini memiliki 225 pegawai dan 140 orang di antaranya tenaga teknisi. Jadi, dari segi SDM kami sebenarnya cukup. Untuk mengatasi masalah debit air saat ini juga kami sedang upayakan pengoperasian sumber air Boneng. Kami tidak bisa membeli air baku dari BLUD air minum Propinsi NTT karena harga air baku yang dijual BLUD tersebut terlalu tinggi," kata Johannis.
Selain jaringan perpipaan yang dibenahi, kata Johannis, saat ini juga ada lima mobil tangki air berfungsi mendroping air ke bak penampung yang kekurangan debit airnya untuk melayani pelanggan.
"Memang ada beberapa wilayah yang bagi kami disebut sebagai wilayah merah karena ketersediaan debit air bersih di wilayah itu lebih sedikit di banding wilayah ainnya. Daerah merah itu yakni di wilayah Penfui, seputaran walikota bagian bawah, perumnas dan jalan nangka bagian bawah. Sedangkan untuk wilayah lainnya pelayanan air bersih cukup lancar. Kecuali kalau ada pipa bocor dan setelah ada laporan pasti kami langsung tanggapi," katanya.
Sakit Administrasi
Manajemen PDAM Ende mengaku hanya 'sakit' administrasi, sedangkan pelayanan air kepada masyarakat tidak 'sakit' lagi karena manajemen perlahan-lahan mulai membenah diri guna memberikan pelayan kepada masyarakat.
Dirut PDAM Ende, Soedarsono, mengatakan, sakit administrasi yang dimaksudkan masih banyak urusan administrasi yang belum dibenahi secara baik, terutama PDAM yang ada di kecamatan. "Dari 23 lahan yang dipergunakan oleh PDAM Ende, baru delapan lahan yang telah menjadi milik PDAM yang dibuktikan dengan sertifikat, sedangkan sisanya belum memiliki sertifikat masih dikuasai oleh para pemilik lahan. Ini yang disebut sakit administrasi," kata Soedarsono.
Ia menjelaskan, banyak aset yang belum disertifikasi seperti lahan untuk pembangunan bak air, lahan tempat mata air dan perkantoran. Kondisi tersebut membuat pelayanan PDAM kepada masyarakat kurang maksimal.
"Kalau di daerah kecamatan karena lahannya belum disertifikat, terkadang para pemilik lahan di mata air ketika ada masalah mereka menutup mata air. Permintaannya macam-macam seperti meminta anaknya diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Kondisi demikian tentu tidak mudah dicari jalan keluar oleh PDAM karena tidak ada korelasi antara PDAM dengan pengangkatan seseorang menjadi PNS," kata Soedarsono.