Pos Kupang
Wamen Pertanian Kagumi Ubi Kayu TTS
Pos Kupang - Jumat, 15 Juni 2012 | 22:52 WITA
Share |
Wamen-Pertanian-Tinjau-Ubi-Kayu.jpg
POS KUPANG/EDY BAU
Wakil menteri (wamen) Pertanian RI, Rusman Heriawan (berselendang) saat mengamati ubi kayu asal kabupaten TTS yang berukuran super jumbo pada acara pameran pangan lokal NTT, Jumat (15/6/2012).
Berita Terkait
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, KUPANG
-- Dari sekian banyak pangan lokal yang dipajang pada acara pameran pangan lokal di sisi timur Ramayana Flobamora Mall, boleh dibilang hanya satu yang membuat Wakil Menteri (Wamen) Pertanian RI, Dr. Ruman Heriawan adalah kehadiran ubi kayu asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Hal ini terlihat saat Wamen Heriawan mengunjungi setiap stand yang memajang hasil bumi dan komoditi pangan lokal dari berbagai kabupaten/kota di NTT.

Kegiatan pameran pangan lokal ini digelar di pelataran parkir water park Flobamora Mall mulai Jumat (15/6/2012) pagi. Tiba di stand milik Kabupaten TTS, sang wamen tampak tidak percaya dengan ukuran umbi ubi kayu yang super jumbo itu.


Ukuran umbi ubi kayu itu bisa mencapai satu meter bahkan lebih. "Ini suntik pakai apa?" tanya sang wamen sambil tersenyum kepada pegawai yang menjaga stand TTS.

Sang pegawai yang juga ternyata seorang penyuluh pertanian kabupaten TTS ini kemudian menjelaskan kepada wamen bahwa ini ibu lokal TTS yang dibudidaya secara tradisional tanpa sentuhan bahan kimia atau bahan lainnya. Sang Wamen pun hanya angguk-angguk dan melanjutkan ke stand yang lain.

Kepada Pos Kupang, penyuluh pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten TTS, Getrida Kause menjelaskan, Ubi kayu dengan ukuran super jumbo itu dalam bahasa daerah setempat disebut lauk hau. untuk mendapatkan hasil maksimal, ubi itu harus dipanen minimal yang sudah berumur 14 bulan.

"Untuk budidayanya, siapkan lubang berukuran 1 x 1 meter, diisi dengan pupuk bokasi dan untu setiap lubangnya cukup ditanami satu sampai dua stek," jelasnya.

Sedangkan untuk memasak, Kause menyarankan sebaiknya dikukus saja, sebab kalau dimasak seperti ubi pada umumnya maka biarpun umbinya besar tetapi akan berubah menjadi bubur karena dagingnya yang sangat lembut.

Saat membuka kegiatan pameran pangan Lokal NTT ini, Wamen Heriawan mengatakan sangat banggan dengan NTT yang kaya akan potensi pangan lokal. Dia optimis NTT akan maju jika potensi yang ada dikelola secara baik.

Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang