Pos Kupang
Menetes Sejam Kering Sebulan
Pos Kupang - Jumat, 15 Juni 2012 | 21:44 WITA
Share |
Kran-Air-Bersih.jpg
Net
Ilustrasi
POS KUPANG.COM, KUPANG  --Pelayanan air bersih oleh perusahaan daerah air minum (PDAM) seluruh NTT kepada masyarakat (pelanggan) hingga saat ini belum memuaskan.

Di Atambua, misalnya, pelanggan mengeluh air PDAM tidak jalan selama dua minggu. Kalaupun jalan hanya menetes saja, itupun hanya satu jam. Sementara pembayaran tiap bulan tidak kurang sepeserpun.

"Bukan saja dua minggu kering, bahkan kami sampai satu bulan. Terpaksa kami beli air dari mobil tangki seharga Rp 50.000/tangki. Mau bilang bagaimana, terpaksa mengalah saja," kata Yasinta, salah satu pelanggan PDAM di Wekatimun-Atambua, Selasa (5/6/2012) lalu. Keluhan senada disampaikan pelanggan lainnya di Tulamalae,  Cyprianus Temu dan  Clothilde Hoar. Kondisi serupa pasti terjadi di daerah lainnya di NTT.

Mengapa pelayanan macet? Jelas saja karena dari 14 PDAM di NTT, hanya dua PDAM yakni PDAM Kabupaten Kupang dan Kabupaten Manggarai terkategori 'sehat'. Sedangkan  13 PDAM lainnya dikategori 'kurang sehat' dan PDAM Kabupaten Rote dinyatakan 'sakit'.

Demikian data hasil audit kinerja PDAM tahun buku 2012 oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan NTT, yang diperoleh Pos Kupang dari rakor PDAM se-NTT, Juni 2012 lalu. Ketua DPP Perpamsi, Dr. Syaiful, dikonfirmasi Pos Kupang melalui telepon genggamnya dari Kupang ke Jakarta, Kamis (14/6/2012) siang, menyebutkan rata-rata PDAM di wilayah NTT itu belum sehat alias sakit.

Kriteria sehat, kurang sehat dan tidak sehat itu diperoleh atas dasar audit kinerja yang dilakukan setiap tahun oleh BPKP terhadap PDAM di seluruh Indonesia, termasuk di NTT. Indikator penilaian kinerja itu meliputi tiga aspek, yakni aspek keuangan, operasional dan aspek administrasi/ SDM.

Aspek keuangan meliputi rasio laba terhadap aktiva produktif, rasio laba terhadap penjualan, rasio aktiva lancar terhadap utang lancar, rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas, rasio total aktiva terhadap total utang, rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi, rasio laba operasi sebelum biaya penyusutan terhadap angsuran pokok dan bunga jatuh tempo, rasio aktiva produktif terhadap penjualan air jangka waktu penagihan piutang dan efektivitas penagihan.

Aspek operasional meliputi cakupan pelayanan, kualitas air distribusi, komonitas air, produktivitas pemanfaatan instalasi produksi, tingkat kehilangan air, peneraan meter, kecepatan penyambungan baru, kemampuan penanganan pengaduan rata-rata perbulan, kemudahan pelayanan, rasio karyawan per 1.000 pelanggan.

Aspek administrasi seperti rencana jangka panjang, rencana organisasi dan uraian tugas, prosedur operasi standar, gambar nyata laksana, pedoman penilaian kerja karyawan, rencana kerja dan anggaran perusahaan, tertib laporan internal, tertib laporan eksternal, opni auditor independen, tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun terakhir.

Masing-masing aspek itu memiliki nilai yang jika diakumulasi, maka akan diperoleh angka yang bisa menunjukkan apakah PDAM itu masuk kategori sangat tidak sehat, sangat/kurang sehat, cukup sehat, sehat atau sangat sehat. Dirincikannya, akumulasi dari tiga aspek nilai kinerja itu jika kategorinya kurang dari 30 (tidak baik), 30-45 (kurang), 45-60 (cukup), 60-75 (baik), di atas 75 (baik sekali). "Penilaian kinerja itu didasarkan atas aturan Permendagri. Jadi, jika kurang dari 45 maka kategorinya tidak sehat, kalau 45-60 kategorinya kurang sehat, dan kalau 60-75 itu kategorinya sehat," kata Syaiful singkat.


Kepala PDAM Kupang: Kami Sehat

Kepala PDAM Kabupaten Kupang, Johannis Silvester Ottemoesoe, mengatakan, meski masih ada sejumlah pelayanan yang kurang, namun sejak tahun 2009 hingga kini, PDAM Kupang sudah dikategorikan sebagai PDAM sehat dengan nilai skor yang naik setiap tahun. Untuk penilaian kinerja tahun buku 2010, PDAM Kupang bernilai 67,51. Sedangkan tahun buku 2011 yang masih sementara dinilai, dipastikan ada kenaikan.

"Kami selalu melakukan perbaikan dan pembenahan baik secara intern maupun ekstern, meski masih ada yang kurang di sana sini. Saya optimis makin hari pelayanan PDAM kepada masyarakat makin baik dengan adanya berbagai perbaikan yang sedang kami lakukan saat ini," kata Johannis.

Aspek keuangan, demikian Johannis, pihaknya sudah mendongkrak penerimaan, pengembalian keuangan yang 'dikorup' karyawan saat melakukan sambungan liar. "Audit tahun 2010 lalu, PDAM Kabupaten Kupang mendapat laba Rp 2,9 miliar dan tahun 2011  Rp 3,9 miliar. Tahun 2012 saya optimis ada kenaikan laba," kata Johannis.

Aspek operasional dengan meningkatkan pelayanan seperti pembayaran melalui sistem online, pembacaan meteran dengan alat, melakukan pemutusan sambungan liar/ tunggakan, menambah penyambungan baru juga mencari sumber mata air baru. Dan aspek administrasi, dengan  cara pembenahan administrasi pelaporan, pembenahan pejabat struktural.

"Dari jumlah 142 PDAM yang sehat di seluruh Indonesia, PDAM Kabupaten Kupang adalah salah satunya. Kami adalah satu-satunya PDAM di wilayah propinsi NTT yang kinerjanya paling sehat. Jadi saya bantah kalau dibilang PDAM Kabupaten Kupang tidak sehat," ujar Ottemoesoe di ruang kerjanya, Senin (4/6/2012) siang.

Menurut Ottemoesoe, jumlah pelanggan aktif PDAM Kabupaten Kupang di wilayah Kota Kupang saat ini sebanyak 26.554 pelanggan. Semua pelanggan dilayani dengan baik meskipun ada beberapa pelanggan yang tidak dilayani air bersih setiap hari karena ketersediaan debit air baku yang kurang. Tetapi dalam seminggu pasti dua tau tiga kali dialiri air bersih.

"Sebenarnya musuh terbesar PDAM Kabupaten Kupang saat ini adalah BLUD Air Minum Propinsi NTT. Karena pembangunan jaringan perpipaan mereka lakukan tanpa koordinasi dengan pihak PDAM Kabupaten Kupang dan dilakukan asal-asalan. Sehingga untuk saat ini ada sedikit masalah ketersediaan air baku saja," kata Ottemoesoe.

Sementara berbagai upaya pengembangan PDAM dan upaya pembenahan pelayanan lebih baik kepada pelanggan, kata Ottemoesoe, terus dilakukan mulai dari pembenahan jaringan perpipaan, sistem pembayaran rekening listrik menggunakan sistem online, dan mulai awal bulan Juni 2012 ini diterapkan sistem baca meteran air listrik baru yang lebih canggih.

"PDAM Kabupaten Kupang ini memiliki 225 pegawai dan 140 orang di antaranya  tenaga teknisi. Jadi, dari segi SDM kami sebenarnya cukup. Untuk mengatasi masalah debit air saat ini juga kami sedang upayakan pengoperasian sumber air Boneng. Kami tidak bisa membeli air baku dari BLUD air minum Propinsi NTT karena harga air baku yang dijual BLUD tersebut terlalu tinggi," kata Ottemoesoe.

Selain jaringan perpipaan yang terus dibenahi, kata Ottemoesoe, saat ini pihaknya juga memiliki lima mobil tangki air yang bisa berfungsi mendroping air ke reservoir yang kekurangan debit airnya. Sehingga diharapkan semua pelanggan bisa terlayani dengan baik.

"Memang ada beberapa wilayah yang bagi kami disebut sebagai wilayah merah karena ketersediaan debit air bersih di wilayah itu lebih sedikit di banding wilayah ainnya. Daerah merah itu yakni di wilayah Penfui, seputaran walikota bagian bawah, perumnas dan jalan nangka bagian bawah. Sedangkan untuk wilayah lainnya pelayanan air bersih cukup lancar. Kecuali kalau ada pipa bocor dan setelah ada laporan pasti kami langsung tanggapi," katanya. (vel/mar)

Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang