Jordan Carver: Jerman Punya Generasi Emas
Jerman datang ke putaran final Euro 2012 dengan nada optimis tinggi, setinggi apa yang selalu telontar dari ucapan para penggemarnya.
Tak pelak, gairah tinggi selalu terlihat pada barisan suporter Der Panzer setiap kali bermain di Polandia-Ukraina. Partai pembuka yang menghadirkan kemenangan atas Portugal, 1-0, makin memberi ruang bahagia bagi seluruh warga negara yang terletak di Eropa Barat tersebut.
Terlepas dari corak permainan di lapangan, banyak pihak menilai modal Jerman untuk menjadi kampiun di Polandia-Ukraina, terletak pada kualitas para personel. Kematangan, kombinasi senior-junior yang makin padu, plus kolektifitas tinggi, memberi benefit maksimal.
Mereka menganggap, skuat Jerman kali ini berada di zona generasi emas, dan bersiap untuk mengulangi kejayaan para senior mereka di tahun 1980, 1972 dan 1996.
"Saya yakin mereka mampu berbicara banyak. Spanyol mungkin lawan yang berat, tapi saya melihat mereka tak punya keberuntungan lagi di sini. Kemungkinan Jerman, lalu Italia dan Perancis yang punya kans melangkah jauh. Setidaknya, Jerman punya bekal luar biasa, karena mereka berada di zona generasi emas," kata Jordan Carver, super model asal Jerman, di Kicker.de, kemarin.
Bagi Carver, rentang kehidupannya memang tak pernah jauh dari dunia sepak bola, meski ia tak setiap minggu berada di stadion. Karier di dunia model yang sangat cemerlang, memaksanya untuk menikmati olahraga berebut si kulit bundar itu dari layar televisi. "Tapi saya puas, karena masih bisa menyempatkan diri menikmati pesta tersebut. Meski saya di Amerika Serikat (AS), tak ada halangan dengan sistem satelit, saya bisa menyaksikan atraksi di Bundesliga dan liga-liga di Eropa lainnya," ucap super model yang kini memilih tinggal di Los Angeles tersebut.
Ia menilai Jerman saat ini berstatus generasi emas bukan tanpa dasar. Ia punya beberapa teman di armada Joachim Loew, seperti kiper Manuel Neuer, Philipp Lahm, Per Mertesacker, gelandang Sami Khedira dan Bastian Schweinsteiger, serta duo penyerang, Lukas Podolski dan Mario Gómez.
Sayang, satu rekan dekatnya, Simon Rolfes gagal terpilih ke Euro 2012. "Saya tidak bisa menyebutkan nama di luar teman-temanku tadi. Setidaknya, jika saya membaca apa yang menjadi kekuatan mereka saat ini, sudah pasti para pemain muda semakin matang dan mampu memikul tanggung jawab besar. Mereka akan sukses, seperti generasi emas sebelumnya," kata model berusia 26 tahun ini.
Menurutnya, saat Die Mannschaft menuai tiga gelar (1996, 1980 dan 1972), jajaran generasi emas ada di sana. Di tahun 1980 misalnya, ada nama Bernd Schuster, Karl-Heinz Rummenigge, Horst Hrubesch, Hansi Müller, Felix Magath dan Klaus Allofs.
Lalu di edisi 1972, ada kiper legendaris Sepp Maier, Franz Beckenbauer, Berti Vogts, Uli Hoeness, Jupp Heynckes dan Gerd Müller. Terakhir, 16 tahun silam, ada Oliver Kahn, Mario Basler, Jürgen Kohler, Christian Ziege, Thomas Strunz, Oliver Bierhoff, Fredi Bobic, Mehmet Scholl, Andreas Möller, Matthias Sammer dan Marco Bode. (nurfahmi budi)