Nafsiah Jadi Menkes, Wens Mboi Menangis di Depan Televisi
Pos Kupang - Rabu, 13 Juni 2012 | 23:34 WITA

Net
Nafsia Mboi
Laporan Wartawan Pos Kupang, Eugenius Moa
POS KUPANG.COM, RUTENG -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Sekretaris Nasional Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Nafsiah Mboi, menjadi Menteri Kesehatan (Menkes), menggantikan almarhum Endang Rahayu Sedyaningsih. Penunjukan Nafsiah diumumkan oleh Presiden SBY di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (13/6/2012).
Kontan saja penunjukan Nafsiah Mboi ini membahagiakan keluarga besar dr. Benedictus Mboi, MPH, suaminya di Kota Ruteng, Manggarai. Seorang di antaranya, adik kandung Ben Mboi, Wensislaus Mboi, bahkan menangis di depan televisi (TV) karena terharu menyaksikan Presiden SBY mengumumkan Nafsiah Mboi menjadi Menkes, Rabu (13/6/2012) siang. Wensislaus tak menyangka kakaknya diangkat menjadi Menkes.
"Tadi (kemarin), saya lebih banyak ada di depan TV. Kami semua keluarga bangga sekali. Terima kasih atas anugerah Tuhan dan kepercayaan pemerintah terhadap anggota keluarga kami," ujar purnawirawan Polri ini dengan mata berkaca-kaca ketika dijumpai di kediamannya.
Wens mengaku lebih dekat dengan Ibu Nafsiah dibanding dengan kakak kandungnya Ben Mboi. Bila bertemu untuk sesuatu urusan kelurga di Ruteng, Wens dan Nafsiah selalu berkomunikasi menggunakan Bahasa Manggarai. Nafsiah, diakui Wens, sangat fasih bicara Bahasa Manggarai. Ungkap-ungkapanya terdengar halus, mendalam dan sangat bermakna.
Berkah Bagi NTT
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, optimis terpilihnya Ibu Nafsiah Mboi menjadi Menkes bakal membawa berkah bagi NTT. Pasalnya istri mantan Gubernur NTT, Ben Mboi, itu sudah mengetahui persis berbagai persoalan kesehatan di NTT.
"Saya yakin Ibu Nafsiah akan bekerja profesional karena beliau memiliki kapasitas seperti itu. Beliau juga memahami dan mengetahui berbagai masalah kesehatan yang terjadi di NTT," ujar Gubernur Frans di Kantor Gubernur NTT di Kupang, Rabu (13/6/2012) siang.
Menurut Gubernur Frans, usai mendengar pengumuman Ibu Nafsiah menjadi Menkes, ia sudah menyampaikan selamat meski lewat SMS. "Tadi saya sudah sampaikan selamat via short message service (SMS) di hand phone sa. Saya telepon tetapi tidak diangkat. Mungkin beliau lagi sibuk," jelas Gubernur Frans.
Selaku pucuk pimpinan di NTT, Gubernur Frans menyampaikan apresiasi kepada Presiden SBY yang telah memercayakan ibu Nafsiah Mboi sebagai Menkes. Ia berharap Ibu Nafsiah dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. "Beliau memiliki kapasitas dan kami doakan selalu untuk sukses dalam tugas," ujarnya.
Kaya pengalaman
Bagi Ketua DPRD NTT, Ibrahim A Medah, pengangkatan Ibu Nafsiah Mboi menjadi Menkes sangat tepat. Pasalnya Nafsiah kaya pengalaman di tingkat daerah, nasional dan internasional. "Bahkan beliau juga memiliki banyak pengalaman bidang kesehatan di tingkat internasional. Untuk itulah sangat tepat Presiden SBY menunjuk Ibu Nafsiah menjadi Menkes ujar Medah, Rabu (13/6/2012) malam.
Medah mengakui kiprah Ibu Nafsiah dalam bidang organisasi kesehatan. "Beliau kaya pengalaman di berbagai organisasi yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Bertolak dari data dan fakta-fakta tersebut, sudah sepantasnyalah beliau menjadi Menkes," demikian Medah.
POS KUPANG.COM, RUTENG -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Sekretaris Nasional Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Nafsiah Mboi, menjadi Menteri Kesehatan (Menkes), menggantikan almarhum Endang Rahayu Sedyaningsih. Penunjukan Nafsiah diumumkan oleh Presiden SBY di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (13/6/2012).
Kontan saja penunjukan Nafsiah Mboi ini membahagiakan keluarga besar dr. Benedictus Mboi, MPH, suaminya di Kota Ruteng, Manggarai. Seorang di antaranya, adik kandung Ben Mboi, Wensislaus Mboi, bahkan menangis di depan televisi (TV) karena terharu menyaksikan Presiden SBY mengumumkan Nafsiah Mboi menjadi Menkes, Rabu (13/6/2012) siang. Wensislaus tak menyangka kakaknya diangkat menjadi Menkes.
"Tadi (kemarin), saya lebih banyak ada di depan TV. Kami semua keluarga bangga sekali. Terima kasih atas anugerah Tuhan dan kepercayaan pemerintah terhadap anggota keluarga kami," ujar purnawirawan Polri ini dengan mata berkaca-kaca ketika dijumpai di kediamannya.
Wens mengaku lebih dekat dengan Ibu Nafsiah dibanding dengan kakak kandungnya Ben Mboi. Bila bertemu untuk sesuatu urusan kelurga di Ruteng, Wens dan Nafsiah selalu berkomunikasi menggunakan Bahasa Manggarai. Nafsiah, diakui Wens, sangat fasih bicara Bahasa Manggarai. Ungkap-ungkapanya terdengar halus, mendalam dan sangat bermakna.
Berkah Bagi NTT
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, optimis terpilihnya Ibu Nafsiah Mboi menjadi Menkes bakal membawa berkah bagi NTT. Pasalnya istri mantan Gubernur NTT, Ben Mboi, itu sudah mengetahui persis berbagai persoalan kesehatan di NTT.
"Saya yakin Ibu Nafsiah akan bekerja profesional karena beliau memiliki kapasitas seperti itu. Beliau juga memahami dan mengetahui berbagai masalah kesehatan yang terjadi di NTT," ujar Gubernur Frans di Kantor Gubernur NTT di Kupang, Rabu (13/6/2012) siang.
Menurut Gubernur Frans, usai mendengar pengumuman Ibu Nafsiah menjadi Menkes, ia sudah menyampaikan selamat meski lewat SMS. "Tadi saya sudah sampaikan selamat via short message service (SMS) di hand phone sa. Saya telepon tetapi tidak diangkat. Mungkin beliau lagi sibuk," jelas Gubernur Frans.
Selaku pucuk pimpinan di NTT, Gubernur Frans menyampaikan apresiasi kepada Presiden SBY yang telah memercayakan ibu Nafsiah Mboi sebagai Menkes. Ia berharap Ibu Nafsiah dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. "Beliau memiliki kapasitas dan kami doakan selalu untuk sukses dalam tugas," ujarnya.
Kaya pengalaman
Bagi Ketua DPRD NTT, Ibrahim A Medah, pengangkatan Ibu Nafsiah Mboi menjadi Menkes sangat tepat. Pasalnya Nafsiah kaya pengalaman di tingkat daerah, nasional dan internasional. "Bahkan beliau juga memiliki banyak pengalaman bidang kesehatan di tingkat internasional. Untuk itulah sangat tepat Presiden SBY menunjuk Ibu Nafsiah menjadi Menkes ujar Medah, Rabu (13/6/2012) malam.
Medah mengakui kiprah Ibu Nafsiah dalam bidang organisasi kesehatan. "Beliau kaya pengalaman di berbagai organisasi yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Bertolak dari data dan fakta-fakta tersebut, sudah sepantasnyalah beliau menjadi Menkes," demikian Medah.
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang