Oknum Dewan Kerja Proyek Rp 14 Miliar
Diduga kuat beberapa oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mendapat jatah mengerjakan 48 paket proyek
Ketua DPRD TTU, Robby Nailiu, S.T, dikonfirmasi di sela-sela acara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Tokbesi, Kecamatan Biboki Selatan, Sabtu (9/6/2012) siang, mengakui sudah mendengar sinyalemen itu. "Memang ada isu itu (anggota Dewan kerja proyek, Red). Untuk membuktikan itu, sudah dibentuk Tim Pansus. Dan, sementara diselediki, apakah benar atau tidak?" kata Nailiu.
Ditanya berapa anggota Dewan yang kerja proyek, Nailiu menolak berkomentar. Ia minta wartawan bersabar karena kasus itu sementara diselidiki Tim Pansus. "Bersabar ya, nanti juga akan tahu hasilnya. Tim Pansus masih bekerja. Kita serahkan saja kepada proses yang sedang terjadi," elak Nailiu.
Dua anggota DPRD TTU, H Frengky Saunoah dan Carlos Sonbay, yang dikonfirmasi terpisah di Desa Tokbesi, membantah keras keduanya dapat jatah kerja proyek. "Itu tidak benar. Isu itu menyesatkan," tukas Saunoah singkat. Ia meminta wartawan agar tidak mempercayai isu itu.
"Anggota Dewan yang mana? Harus sebut nama jelas," tukas Sonbay dengan nada tinggi. Meski demikian Sonbay mengakui sudah mendengar ada oknum anggota Dewan yang mengancam kepala sekolah jika tidak memberinya pekerjaan proyek rehabilitasi sekolah itu. Namun Sonbay menolak menyebut nama anggota Dewan tersebut.
Wakil Bupati TTU, Drs. Aloysius Kobes, yang ditanya soal kebenaran isu itu, mengaku belum mendengarnya. "Saya belum dengar isu itu. Nanti pemerintah akan selidiki," janji Kobes. Jika terbukti benar, kata Kobes, akan diserahkan kepada proses hukum yang berlaku.
Tentang dugaan 48 paket proyek itu dikerjakan oleh semua kontraktor, padahal menurut juklak dan juknis, proyek rehabilitasi itu semestinya dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat dan diawasi anggota TNI, Wabup TTU mengatakan akan menyelidiki dugaan itu. "Nanti kami selidiki," tukas Kobes singkat.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang di Kefamanenu menyebutkan ada belasan anggota DPRD Kabupaten TTU yang diduga dapat jatah kerja proyek rehabilitasi sekolah dasar. Mereka mengancam kepala sekolah yang tidak mau bekerja sama.
Pantauan wartawan di beberapa sekolah, tampak pekerjaan fisik sudah dimulai. Di SDN Keun, pondasi bangunan sudah mulai dikerjakan. Di SDK Unab, dua buah ruangan kelas sudah berdiri dari rencana tiga ruang kelas. (ade)