Warga Oelii Kesulitan Air Bersih
Pos Kupang - Jumat, 8 Juni 2012 | 21:07 WITA

Net
Ilustrasi
Berita Terkait
- Warga Niki-Niki Kesulitan Air Bersih
- Ada Masalah Warga dengan Tuan Tanah di Proyek Air…
- Warga Tiga Kelurahan Teriak Minta Air Bersih
- Proyek Air Bersih di Sumba Timur Mubazir
- Manusia dan Ternak di TTU Minum Air Embung
- Proyek Pansimas Bermasalah, Masyarakat Tak Menikmati…
- Jangan Abaikan Kewajiban
- Proyek Air Minum Rp 4 M di TTU Mubazir
- Warga Tublopo - TTS Segera Nikmati Air Bersih
- Menetes Sejam Kering Sebulan
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sebanyak 64 kepala keluarga (KK) di Dusun Oelii, Desa Oenaek, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Masyarakat setempat selama ini memanfaatkan dua buah sumur gali.
Hal ini disampaikan beberapa warga yakni, Meri Akmone, Yosep Nonebesi dan Saul manggi. Menurut mereka, kesulitan air di dusun setempat sudah berlangsung puluhan tahun lalu, namun pada tahun 2010 ada program pemerintah mengalirkan air ke wilayah mereka, namun airnya itu hanya dimanfaatkan tahun 2011.
"Kami sulit dapat air bersih, karena semua warga di dusun kami hanya berharap pada dua sumur. Kalu mulai musim kemarau panjang debit air di sumur berkurang sehingga kami terpaksa hemat penggunaan air," kata Meri Akmone.
Hal senada disampaikan Yosep Nenobesi dan Saul Manggi. Keduanya mengatakan, untuk mandi dan cuci mereka tidak begitu memikirkan air, hanya untuk masak. Kondisi itu, disebabkan karena air sumur yang sedikit sementara yang menggunakannya banyak.
Kepala Dusun Oelii, Yohanes Bomae mengatakan, kesulitan air bersih menjadi salah satu masalah di dusun yang dia pimpin. "Memang ada sumur gali tapi terletak berjauhan yakni di Dusun III dan Dusun V. Warga dusun kami hanya memiliki satu sumur dan itu dimanfaatkan secara bersama dua dusun ini," kata Bomae.
Tentang air dari pipa yang tidak mengalir, ia mengatakan, sesuai informasi yang mereka peroleh, pipa dari sumber air di Oenesu patah atau putus sehingga air tidak bisa mengalir ke Oelii. "Kami sudah sampaikan keluhan ini kepada pihak PDAM tapi sampai sekarang pipa itu belum diperbaiki," katanya. (yel)
Hal ini disampaikan beberapa warga yakni, Meri Akmone, Yosep Nonebesi dan Saul manggi. Menurut mereka, kesulitan air di dusun setempat sudah berlangsung puluhan tahun lalu, namun pada tahun 2010 ada program pemerintah mengalirkan air ke wilayah mereka, namun airnya itu hanya dimanfaatkan tahun 2011.
"Kami sulit dapat air bersih, karena semua warga di dusun kami hanya berharap pada dua sumur. Kalu mulai musim kemarau panjang debit air di sumur berkurang sehingga kami terpaksa hemat penggunaan air," kata Meri Akmone.
Hal senada disampaikan Yosep Nenobesi dan Saul Manggi. Keduanya mengatakan, untuk mandi dan cuci mereka tidak begitu memikirkan air, hanya untuk masak. Kondisi itu, disebabkan karena air sumur yang sedikit sementara yang menggunakannya banyak.
Kepala Dusun Oelii, Yohanes Bomae mengatakan, kesulitan air bersih menjadi salah satu masalah di dusun yang dia pimpin. "Memang ada sumur gali tapi terletak berjauhan yakni di Dusun III dan Dusun V. Warga dusun kami hanya memiliki satu sumur dan itu dimanfaatkan secara bersama dua dusun ini," kata Bomae.
Tentang air dari pipa yang tidak mengalir, ia mengatakan, sesuai informasi yang mereka peroleh, pipa dari sumber air di Oenesu patah atau putus sehingga air tidak bisa mengalir ke Oelii. "Kami sudah sampaikan keluhan ini kepada pihak PDAM tapi sampai sekarang pipa itu belum diperbaiki," katanya. (yel)
Penulis : oby_lewanmeru
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang