Pos Kupang
Maria Goreti Lamabahi Pancarkan Senyum
Pos Kupang - Rabu, 6 Juni 2012 | 11:52 WITA
Share |
Maria-Goreti-Lamabahi.jpg
POS KUPANG/IVAMaria Goreti Lamabahi

Berita Terkait
POS KUPANG.COM, LARANTUKA -- Berwajah manis tidak membuat putri kedua buah hati Petrus Lamabahi dan Ephipania Lamabelawa ini sombong.

Dia tenang memberikan pelayanan kepada nasabah. Bola matanya tajam, senyumnya lebar merekah membuat nasabah dengan cermat mendengar penjelasannya.  Dialah Maria Goreti Lamabahi, salah satu customer service (CS) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Larantuka.

Diitemui hari Selasa (5/6/2012), Maria sedang memberikan pelayanan kepada nasabah di BRI Cabang Larantuka. Walaupun sibuk, Maria  menyediakan waktu untuk menyapa wartawan yang datang mendekatinya.

Sosok putri asal Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur itu, ini memberi selalu memberi pencerahan kepada nasabah BRI bahwa BRI merupakan bank milik rakyat. Walau belum setahun Eti, begitu sapaan Maria Goreti Lamabahi, mengabdi di BRI Cabang Larantuka,  namun gadis yang menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (FISIP) Jurusan Administrasi Negara Universitas Tujuhbelas Agutsus (Untag) Semarang, Jawa Tengah, tahun 2010 lalu, dikenal baik oleh nasabah dan menyatu dengan rekan-rekan sekantornya.

Eti kelahiran Adonara, 24 Februari 1984, mengakui, semenjak masih di SMA Katolik Podor, ia bercita-cita  bekerja di bank. Menurut dia, menjadi pegawai bank merupakan orang-orang pilihan karena harus berpenampilan rapi. Selain itu, tutur Eti, bekerja pada perusahaan besar memberi kesan mewah.

"Dulu masih SMA ingin menjadi pegawai bank. Saya suka karena keren saja. Pakai pakaiannya bagus dan rapi. Di kantor yang mewah apalagi pakai air condition  (AC). Tamat kuliah, saya tes dan lulus. Saya sangat bersyukur," kata Eti, yang mengakui sudah punya pacar di Jakarta.

Dalam menjalankan tugas sehari-hari, demikian Eti, selalu ada suka dan dukanya. Sukanya, bekerja tanpa tekanan dan selalu enjoy setiap saat. Dukanya, bila ada acara keluarga, Eti jarang terlibat karena kerjanya harus pulang sore.

"Sangat senang dan bangga menjadi pegawai di BRI, khususnya bagian CS. Senang karena kami bekerja tanpa tekanan dan melayani para nasabah yang datang dengan keluhan yang berbeda-beda membuat kami kaya pengalaman. Walau ada nasabah yang marah-marah, saya tetap tenang dengan jurus saya, full smile dan sabar. Pancarkan senyum dan penjelasan yang baik, nasabah pun  luluh. Itu membuat saya sangat bahagia. Kalau ada acara keluarga saya jarang ikut. Itu risiko menjadi pegawai di perusahaan perbankan. Kita harus mengikuti aturan, keluar masuk kantor harus tepat waktu," kata Eti.

Ia mengakui masalah pribadi selalu dinomorduakan demi mengedepankan tugas dan tanggung jawab sebagai CS di BRI Larantuka. (iva)

Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang