A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Bena Terkenal Hingga Mancanegara Tapi Masih Kesulitan Air - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Pos Kupang

Bena Terkenal Hingga Mancanegara Tapi Masih Kesulitan Air

Minggu, 3 Juni 2012 00:06 WITA
Bena Terkenal Hingga Mancanegara Tapi Masih Kesulitan Air - Bena.jpg
KOMPAS/FRANS SARONG
Kampung adat berusia sangat tua, Bena di Kabupaten Ngada, Flores, Sabtu (2/6/2012). Namanya terkenal hingga pelosok dunia dan menjadi andalan pariwisata Ngada bahkan NTT. Namun ronisnya, krisis air bersih masih melanda masyarakatnya.
POS KUPANG.COM, BAJAWA -- Kampung kuno Bena yang sudah dikenal hingga pelosok dunia dan menjadi andalan pariwisata KabupatenNgada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, ternyata sejak lama masih mengalami kesulitan air bersih.

Air yang dialirkan dari sumber Wae Sio di hulu Bena sejak tahun 2000-an, belakangan sering macet atau airnya tak sampai kampung akibat kerusakan demi kerusakan pada jaringan pipa yang dibagun secara swadaya dan apa adanya.

Tetua Kampung Bena, Maria Mole dan Emanuel Sebo di Bea, Sabtu (2/6/2012) menjelang siang mengakui warga kampung tua itu yang kini berjumlah sekitar 350 jiwa atau 67 keluarga, sangat merindukan air bersih hingga kampung mereka.

"Kampung kami ini sudah terkenal hingga seluruh dunia dan setiap hari selalu saja ada pengunjung apakah domestik atau wisatawan asing. Namun ironisnya, warga kampung masih kesulitan air bersih," tutur Emanuel.

Kampung Bena sekitar 30 km sebelah timur Bajawa, kota Kabupatrn Ngada, hingga kini tetap mempertahankan keunikannya. Perkampungan di atas punggung bikit itu, dengan perumahan beratap daun dan kerangka kayu. Jejeran sekitar 40 rumah mengepung pelataran bertangga tangga dari susunan batu.

Dalam pelataran itu bertebarab kuburan, batu berdiri dan sejumlah bangunan sakral bernama ngadu dan bhaga (tanpa penguhi). Kampung Bena yang merupakan bagian wilayah Desan Tiwo Riwu, tumbuh di sekitar Gunung Inerie. Gunung yang meruncing tajam itu adalah gunung api yang "sedang tidur"
Editor: alfred_dama
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
75932 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas