Pos Kupang
Merlinda Triani Heka Suka Sastra
Pos Kupang - Rabu, 30 Mei 2012 | 12:33 WITA
Share |
Nona.jpg
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Merlinda Triani Heka
POS KUPANG.COM, KUPANG --  Ia sempat gugup saat hendak tampil untuk berpidato. Tapi bukan Merlinda Triani Heka, kalau ia tidak bisa mengatur rasa gugup tersebut.  

Makanya, hanya butuh waktu sesaat lamanya, dara yang biasa disapa Nona ini tampil dan membawakan pidato dengan sangat baik. Ia tampak tenang setenang matanya tatkala menatap penonton.

Itulah penampilan Nona, ketika tampil sebagai peserta bernomor urut 27, dalam lomba pidato tingkat SMA se Kota Kupang di Hotel Ina Boi, Jumat (25/5/2012)

"Sebelum tampil, memang saya agak gugup. Tapi setelah nomor urut saya dipanggil, saya yakinkan diri kalau bisa melakukan yang terbaik. Makanya saya coba mengendalikan diri, menguasai keadaan, lalu tampil ke atas pentas," ujarnya malu- malu.

Anak pertama dari pasangan Yosafat Heka dan Naomi Hana ini,  tergolong anak yang pemalu. Karena meski sudah berulang kali mengikuti berbagai kejuaraan, tetapi rasa gugup selalu saja menghantuinya.

Remaja putri kelahiran Kupang, 19 Mei 1996 ini, ternyata memiliki hobi membaca. Ia sangat suka sastra seperti puisi. Tapi ketika disinggung soal cita-cita, remaja berparas manis ini malah ingin menjadi dokter.

Didampingi gurunya, Rm. Amanche Franck Oe Ninu, Pr, siswa kelas X, SMA Katolik Giovanni ini mengungkapkan, dia aktif di Komunitas Sastra Giovanni dan di Dusun Flobamora yang diasuh Romo Amanche.

Lulusan SMP Katolik Giovanni ini memang sejak kecil sudah mengukir prestasi. Saat duduk di kelas V SD, misalnya, ia menyabet juara dua lomba bercerita. Saat di SMP pernah juara  harapan satu pidato bahasa Inggris yang diselenggarakan dekranasda Kota Kupang. Bahkan ia juga menjuarai olimpiade pertama biologi tingkat Kota Kupang saat duduk di kelas dua SMP.

Kegiatan lain yang digeluti anak pertama dari tiga bersaudara ini, adalah paduan suara, pramuka dan kegiatan gereja. Meski terlibat dalam banyak kegiatan dan banyak pula prestasi yang diraihnya, namun gadis berparas ayu ini tak pernah tinggi hati. Satu kunci yang selalu dipegangnnya, adalah jangan menunda pekerjaan.

"Untuk sekolah, tugas harus dikerjakan secepat mungkin. Sebab, menunda pekerjaan berarti menumpukkan pekerjaan. Makanya, setiap kali ada tugas, itu selalu didahulukan. Kalau tugas sudah selesai, pasti pekerjaan lain bisa dilakukan. Itu prinsip saya," tutur Nona sambil tersenyum. (ira)

Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang