Selasa, 9 Juni 2026

Enaknya Nasi Bambu Kampung Batek

POS KUPANG.COM, RUTENG -- TAK terasa Rusmini Jafar (52) sudah 27 tahun menjual nasi bambu. Dari usia anak-anaknya yang masih balita

Tayang:
Editor: Alfred Dama
zoom-inlihat foto Enaknya Nasi  Bambu Kampung  Batek
POS KUPANG/EGY MOA
Rusmini Jafar penjual nasi bambu
POS KUPANG.COM, RUTENG -- TAK terasa Rusmini Jafar (52) sudah  27 tahun  menjual nasi  bambu.  Dari usia anak-anaknya  yang masih balita sampai dia punya cucu,  jual nasi bambu tak dilepasnya.

Jatuh bangun usaha itu  mulai dirintis sekitar tahun 1985. Awalnya,  tak banyak orang yang mempedulikan pondok nasi bambu  yang terletak di depan rumahnya di Km 5 ruas Jalan  Reo-Ruteng di Kampung Batek, Desa Selama, Kecamatan Reo. Selain   Rusmini, masih ada dua pondok lain di  kampung itu  menjual nasi bambu.

Sejalan waktu pula, nasi bambu bikinan Rusmini dan warga lain di kampung itu mulai   punya peminat. Harga Rp 5.000/batang, cukup untuk seorang makan sekali.

Bagi segelintir  orang  yang kembali dari  Reo, mereka sealu tak lupa membawa oleh-oleh nasi bambu. Bahkan, makin hari  nasi bambu bikinan Maria makin laris.

Ada pembeli yang daang dari  Kabupaten Manggarai Timur. Mereka  itu biasanya  bertolak dari Pota, Kecamatan Sambi Rampas atau dari Dampek, Kecamtan Lambaleda melintas ruas Reo-Ruteng.  Singgah di pondoknya membeli panganan dibuatnya dibawa pulang.

Ibu lima anak dan delapan orang cucu ini rutin membakar nasi bambu setiap hari. Sehari  dihabiskan 10  kg beras ketan yang dibelinya Rp 15.000/kg, 10 butir  buah kelapa kering dan delapan batang bambu mentah sebesar lengan orang dewas dibeli dari warga Rp 1.500/batang. Kalau tak ada beras ketan,  bisa juga menggunakan beras jenis lain dengan kualitas terbaik.

Adonan nasi bambu sangat sederhana. Beras ketan dicampur  santan kelapa dan garam  yang  secukupnya sampai terasa. Kemudian beras diisi di dalam bambu sepanjang satu ruas  dan siap dibakar  pada api yang menggunakan bambu kering. Bambu berisi beras dibakar sempai hitam mirip  arang, maka ketika itu juga beras di dalam bambu tersebut telah matang.

"Nasi bamboo ini  nikmat di lidah bila dimakan dengan ikan kuah, opor ayam rendang. Enak pula dengan sayuran lawar," Rusmini, mempromosikan  usahanya  ketika ditemui Pos Kupang,  pekan lalu dipondoknya.(egy moa)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved