Pos Kupang
Bernadetha Biaf: Ini Dunia Saya
Pos Kupang - Senin, 28 Mei 2012 | 01:49 WITA
Share |
Bernadete_Biaf.jpg
Pos Kupang/ADE
Bernadetha Biaf
Berita Terkait
POS KUPANG.COM -- BADANNYA  tinggi semampai, menjadikan aura kecantikannya terpancar lepas. Ibarat magnit, senyumnya menggoda. Pintar dan ramah menambah daya tarik kepribadiannya.

Dialah Bernadetha Biaf, cewek yang sering mangkal di Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri (PN) Kupang.

"Sejak kecil saya bercita-cita jadi hakim. Tapi sayang sudah dua kali tes hakim, belum lolos. Tapi saya tidak patah semangat. Jika ada pembukaan tes lagi, saya akan ikut seleksi," tutur gadis yang punya call sign di Facebook dengan sebutan Bella Tuti ini sambil tersenyum ramah.

Ditanya kenapa ingin jadi hakim, Bernadetha mengatakan, ingin memperjuangkan kebenaran dan keadilan bagi orang banyak. "Saya senang melihat orang kecil bahagia ketika masalahnya bisa diselesaikan dengan baik di meja hijau (pengadilan)," ujar gadis tamat dari Jurusan Pidana Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang tahun 2009.

Buah hati Daniel Biaf dan Petronela Oenunu ini memaparkan, di Posbakum, ia mendampingi klien yang tidak mampu dalam memperjuangkan keadilan di PN Kupang. "Orang kecil yang tidak punya duit, saya dampingi. Berikan penjelasan dan penerangan tentang hak-hak hukum dan kewajiban-kewajiban mereka," kata Bernadetha.

Mungkin karena terinspirasi pekerjaan ayahnya sebagai kepala panitera di PN Oelamasi, Bernadetha mengatakan, akan mengabdikan hidupnya di dunia hukum. "Ini dunia saya. Sejak kecil saya impikan," kata gadis yang suka makan ikan bakar ini.  

Anak sulung dari tujuh bersaudara ini mengatakan masih banyak hak-hak hukum orang kecil yang belum sepenuhnya diakomodir oleh sistem dan aturan hukum di Indonesia.

"Karena itu hakim harus punya hati nurani yang tajam untuk melihat masalah hukum secara jernih. Pengacara pun harus tulus memperjuangkan hak-hak hukum orang kecil," ujarnya.

Gadis kelahiran Kuan, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ini mengaku belum punya pacar karena masih sibuk mengurus masa depan.

"Saya belum punya pekerjaan tetap. Sekarang ini cuma bantu-bantu saja di PN Kupang, mendampingi orang kecil yang mencari keadilan. Jika sudah mantap berkarier baru saya memikirkan pacar," kata Bernadetha. (ade)

Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang