• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Pos Kupang

15 Sekolah di Belu 100 Persen Lulus

Sabtu, 26 Mei 2012 10:46 WITA
15 Sekolah di Belu  100 Persen Lulus - Coret.jpg
POS KUPANG/ALF
Siswa di Kupang merayakan kelulusan Ujian Nasional
POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Lima belas sekolah menengah atas di Belu meraih kelulusan ujian nasional (UN) 2012 seratus persen. Dari jumlah ini, tingkat SMA diraih delapan dari 13 sekolah penyelenggara UN. Sementara SMK dari total 9 sekolah penyelenggara, sebanyak 7 sekolah meraih persentase kelulusan 100 persen.

Persentase kelulusan secara umum di Kabupaten Belu untuk tingkat SMA sebesar 98,57 persen atau mengalami penurunan 1,17 persen dari hasil UN tahun 2011. Sementara  SMK persentase kelulusan 99,77 persen.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Belu, Drs. Patrisius Asa, MM, menyampaikan hal ini kepada wartawan usai bertemu para kepala SMA/SMK se-Kabupaten Belu, Jumat (25/5/2012).

Patris mengungkapkan, secara keseluruhan hasil kelulusan UN 2012 untuk tingkat SMA dan SMK secara resmi telah disampaikan melalui para kepala sekolah untuk selanjutnya diumumkan secara serentak di sekolah masing-masing. Dari data kelulusan UN bagi SMA, total keseluruhan peserta sebanyak 3.354 orang dengan persentase kelulusan untuk bahasa dari total peserta yang ada, yang lulus 362 orang atau 97,84 persen, IPA yang lulus 882 orang atau 98,98 persen dan IPS yang lulus 2.062 orang atau 98,52 persen.

"Dari 13 sekolah penyelenggara UN yang lulus 100 persen sebanyak 8 sekolah yakni, SMAN 1 Atambua, SMAN I Malaka Tengah, SMAN Weluli, SMA Seminari Lalian, SMAK Surya Atambua, SMA 17 Agustus Weoe, SMA Sinar Pancasila Betun dan SMA Mgr. Gabriel Manek SVD Lahurus. Sementara untuk SMA lainnya, SMAN Tasifeto Barat 89,51 persen atau 15 siswa tidak lulus, SMAN Harekakae 99,42 persen atau 1 orang tidak lulus, SMA Kristen Atambua 97,81 persen atau 8 siswa tidak lulus, SMA Bina Karya 96,30 persen atau 5 tidak lulus dan SMA Stela Maris Atambua 97,70 persen atau 2 orang tidak lulus," jelasnya.

Sementara untuk tingkat SMK, jelas Patris, dari total 9 sekolah penyelenggara UN, 7 SMK memperoleh persentase kelulusan 100 persen yakni, SMKN 2 Belu, SMKN Kobalima, SMKN Kakulukmesak, SMK Katolik St. Yosep Nenuk, SMK Wilibrodus Betun, SMKN Badarai dan SMKN Raihat. Sementara SMKN I Atambua meraih 99,67 persen atau 1 siswa tidak lulus, SMK Kusuma Atambua meraih 98,36 persen atau 1 siswa tidak lulus.

"Siswa SMA yang drop out atau tidak mengikuti samasekali UN sebanyak 71 siswa sementara SMK sebanyak 9 orang. Saya kira inilah prestasi anak didik yang telah mengikuti UN tahun 2012. Dan saya mengharapkan agar pada saat pembagian amplop kelulusan, para kepala sekolah mengimbau para siswa untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan semua orang. Seragam sekolah diharapkan tidak dicoret moret," pintanya.

Secara terpisah Kepala SMAK Surya, Atambua, Romo Drs. Benyamin Bria, Pr, MA, mengatakan, sesuai tradisi di sekolahnya, para siswa tidak diperkenankan untuk mencoret baju seragamnya. Apabila kedapatan maka yang bersangkutan tidak akan diberikan surat kelakuan baik dari sekolah. Selain itu, yang berhak mengambil amplop kelulusan adalah orangtua yang selama ini membiayai yang bersangkutan hingga lulus.

"Kami tidak akan memberikan amplop kelulusan bagi wali atau siapapun yang mengaku sebagai orangtua. Kami akan kasih langsung ke orangtua yang biaya anak ini. Selain itu, kami tidak perkenankan anak-anak untuk coret moret baju. Kalau ada rencana coret seragam sebaiknya tinggal saja di rumah," tegas Romo Min. (yon)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas