Korem Wirasakti Dipimpin Bintang Satu
Seiring meningkatnya status Korem 161 Wirasakti Kupang, institusi ini akan segera dipimpin oleh seorang perwira tinggi dengan pangkat bintang satu.
"Sekitar akhir bulan ini saya akan dilakukan serah terima. Perjalanan saya keliling ini lakukan untuk pamitan," ujar Edison Napitupulu, usai pengarahan dan pamitan dengan personil Kodim 1612 Ruteng, di Makodim Ruteng, Selasa (22/5/2012).
Edison, didampingi Dandim 1612 Ruteng, Letkol (Inf) Jacky Ariestanto, datang ke Ruteng dari Labuan Bajo, Manggarai Barat mengadakan pamitan. Dia dijamu makan siang oleh Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok di rumah jabatan bupati. Saat itu, Ny. Hendrika Rotok menyerahkan cinderamata kepada Ny. Edison.
Menurut Edison, letak Korem Wirasakati di wilayah perbatasan dengan Negara Timor Leste dan pulau-pulau terluar menjadi pertimbangan Mabes TNI menempatkan perwira bintang satu. "Pertimbanganya mengelola perbatasan dan pulau-pulau terluar. Korem Wirasakti berada di perbatasan," ujar Edison.
Meski ada peningkatan status pimpinan TNI AD, katanya, jabatannya tetap danrem dan tidak ada penambahan fasilitas lain. Edison yang telah menempati jabatan danrem selama satu tahun dua minggu memuji hubungan masyarakat dan TNI yang harmonis di semua wilayah di NTT. Komunikasi yang baik itu, sehingga banyak kasus tidak sampai diselesaikan dengan kekuatan. "Saya sangat terkesan," puji Edison.
Menjawab Pos Kupang tentang kemungkinan pembentukan korem di Pulau Flores, Edison menegaskan, tidak ada korem di Flores, demikian juga pembentukan kodim di Manggarai Barat dan Manggarai Timur. "Kajiannya dari aspek pertahanan keamanan bukan hukum. Di Manggarai tidak dibentuk kodim baru. Pemekaran wilayah otonom baru tidak harus diikuti dengan pembentukan kodim. Kecuali di Kabupaten Rote Ndao, karena berbatasan dengan negara tetangga, saat ini sedang dibangun kodim baru," kata Edison.
Dalam pengarahan kepada perwira dan prajurit Kodim 1612 Ruteng, Edison memuji Kodim Ruteng yang mampu mencegah gejolak antarmasyarakat yang potensial menggunakan kekuatan. Kemampuan itu, kata Edison, karena terjalin komunikasi yang baik TNI dengan rakyat, sehingga ketika terjadi gejolak yang bisa meledak bisa segera teratasi.
"Peran kita (TNI) memberi sentuhan kepada masyarakat dan bersinergi dengan mereka. Sikap ini dibutuhkan masyarakat, sehingga gejolak bisa diajak musyawarah. Jangan tonjolkan sikap arogan, sombong dan mentang-mentang. Ini keberhasilan di Kodim Ruteng. Lanjutkan dan selalu bersama rakyat," pinta Edison. (ius)