Bom Ikan di Lembata Menewakan Satu Nelayan
Satu nelayan Lembata, Abdul Rahman (33) tewas setelah bom ikan yang diduga terlambat dilepasnya
Empat teman lainnya kabur setelah menguburkan Abdul Rahman di Kampung halamannya di Taman Haur, Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri Lembata hari itu juga.
Kabag Humas Polres Lembata, Aipda Wajab Wuakero kepada Pos Kupang di Polres Lembata mengungkapkan, keempat nelayan lainnya masih dalam pengejaran polisi.
"Mereka sudah kabur setelah mengubur korban yang tewas. Mereka satu perahu. Pertanyaan kita, mengapa mereka lari? Ini ada apa?" kata Rajab.
Rajab mengatakan, keempat nelayan itu antara lain Masdi, Sleman, Bondo dan Roby. Mereka diduga bersembunyi di Pulau Buaya, wilayah Kabupaten Alor.
Tidak diketahui pasti mengapa keempatnya kabur dari kampung halaman mereka paskah kejadian itu. Apakah karena takut aparat keamanan atau keluarga korban, polisi masih melidik.
Karena berada di wilayah perbatasan, kata Rajab, begitu mudah masyarakat mencari ikan di sana.
"Pulau kambing itu tempat kejadiannya. Ada di wilayah Alor. Korbannya nelayan kita. Mereka cari ikan di sana," jelasnya. (kk)