Pelatda PON di Jakarta
Silat Rp 11 Juta Per Bulan
PENGPROP IPSI NTT sangat serius mempersiapkan dua pesilatnya, Agatha Tresnawati dan Yosin Ndoen untuk PON XVIII/2012.
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
Ketua Umum Pengprop IPSI NTT, Ir. Andre W Koreh, M.T, di ruang kerjanya, Selasa (15/5/2012), mengatakan, tekat IPSI NTT adalah meraih medali di PON XVIII. Andre mengaku bahwa kegagalan NTT merebut medali dalam dua PON terakhir, memacu pihaknya untuk mempersiapkan atletnya dengan baik.
"Agatha dan Yosin sudah ada di Jakarta. Keduanya berlatih di Padepokan Pencaksilat di Taman Mini Indonesia Indah. Mereka bergabung dengan atlet pelatnas lainnya dan dilatih oleh pelatih Indonesia yang tahun lalu melatih atlet SEA Games Indonesia. Meski hanya dua atlet yang berhasil kami loloskan, namun keduanya akan kami persiapkan dengan baik agar di PON kali ini silat jangan pulang kosong," kata Andre Koreh.
Ande mengakui bahwa biaya untuk Yosin dan Agatha berlatih di Jakarta cukup besar. Ia merincikan, di Jakarta, kedua atlet tersebut harus diinapkan, diberi uang saku, konsumsi, multivitamin, extra fooding dan lainnya. "Yang mahal adalah pelatihnya. Karena levelnya sudah internasional, honornya juga mahal. Meski demikian, demi prestasi, Pengprop IPSI NTT akan berusaha mendapatkan dana dari berbagai donatur yang tidak mengikat untuk membiayai semuanya. Setiap bulan Rp 11 juta harus dikeluarkan," kata Andre.
Selama mengikuti pelatihan di Jakarta, kata Andre, Yosin dan Agatha diharapkan disiplin dan serius sehingga bisa menyerap semua porsi latihan yang diberikan. "Keduanya sudah berjanji akan berlatih serius. Yosin dan Agatha akan berlatih terus di sana dan tidak pulang lagi hingga PON. Dari Jakarta, mereka akan langsung ke Pekanbaru," kata Andre.
Untuk diketahui, selain pencaksilat, saat ini atlet NTT yang dipersiapkan untuk PON XVIII/2012 yang berlatih di Jakarta adalah taekwondo. Taekwondo berlatih di Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI). Direncanakan, bulan Juli nanti, tim tinju NTT akan melakukan pemusatan latihan di Pekanbaru, Riau.

