Rey Ratukore Menuju Prestasi Dunia
Campur tangan Tuhan inilah yang membuat Rey, makin optimis menuju prestasi dunia.
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
"Saya memang tidak tampil maksimal. Saya belum sembuh dari cedera patah kaki. Dokter sebenarnya belum merekomendasikan saya untuk berlomba, namun saya memiliki tekat untuk juara sehingga jalan diam-diam. Dan, hasilnya luar biasa. Saya mengibaratkan bahwa mujizat Tuhan itu datang tepat pada waktunya," kata Rey yang menghubungi Pos Kupang dari Jakarta, Senin (14/5/2012).
Motivasi lain yang dirasakan Rey dalam balapan kali ini adalah dukungan dan doa dari seluruh simpatisannya. Rey mengaku terkejut melihat animo masyarakat Indonesia di Malaysia yang memberikan dukungannya. "Ratusan orang NTT di Malaysia terus meneriakkan nama saya sepanjang lomba. Mungkin mereka tahu dari nama sehingga selesai lomba semua datang ke saya dan mengucapkan selamat. Mereka malah membawa bendera Merah Putih dan berikan kepada saya untuk dibawa keliling lintasan. Terima kasih atas semua dukungan ini," kata Rey.
Ditanya soal bonus yang bakal diterimanya, Rey tak mau berkomentar. "Mengenai bonus, itu urusan manajemen tim. Sebagai pembalap saya siap menjalankan tugas membalap," kata Rey.
Mengenai balapan seri kedua di Sirkuit Sentul, Rey mengaku sangat optimis. "Seri kedua kan di rumah sendiri jadi saya sangat optimis. Mudah-mudahan saat itu, saya sudah sembuh total sehingga bisa tampil maksimal. Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat NTT terus saya harapkan," kata Rey.
Rey mengaku akan mengikuti enam seri balapan musim ini. Seri kedua FIM ARRC akan digelar di sirkuit favoritnya, yakni Sentul, 13-17 Juni 2012. Seri ketiga di China, 2-5 Agustus, seri empat di Jepang, 7-9 September, seri enam di Qatar 21-24 November 2012. Seri kelima yang rencananya digelar 11-14 Oktober, tempat penyelenggaraannya belum ditetapkan.
Yusak Ratukore, ayah Rey yang menghubungi Pos Kupang, mengatakan bahwa prestasi anak NTT sudah mendunia. Yusak mengatakan bahwa masih banyak anak NTT yang bisa berprestasi kalau dipoles dengan benar. "Bukan hanya Rey, tetapi ada beberapa anak NTT yang menjadi mekanik pembalap nasional. Nanti coba telusuri," aku Yusak.